FKUB Gelar Dialog Pembentukan Forkoma, Kakanwil : Kerukunan Adalah Entitas Yang Dinamis, Harus Ada Komitmen Bersama Untuk Merawatnya

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Kemenag (Boyolali) – Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Boyolali menggelar kegiatan Dialog Pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama yang disingkat FORKOMA pada Senin (29/05). Dialog tersebut menghadirkan narasumber Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, H. Musta’in Ahmad, Kepala FKUB Kabupaten Boyolali, H. Habib Masturi dan Rektor Universitas Boyolali, Dr. Nanik Sutarni, S.H., M.H.

Dalam laporannya, H. Suwarjo, Anggota FKUB Kabupaten Boyolali menyampaikan Pembentukan Forkoma ini merupakan upaya pemerintah dalam rangka memperkokoh kerukunan umat beragama di wilayah Kabupaten Boyolali, yang dilembagakan ditingkat kecamatan. Pembentukan Forkoma akan diinisiasi oleh Camat dan Kepala KUA di seluruh Boyolali.

“Forkoma merupakan forum yang dibentuk di tingkat Kecamatan sebagai upaya pemerintah Kabupaten Boyolali merawat Kerukunan Umat Beragama hingga tingkat Kecamatan dan Desa, Pembentukannya akan diinisiasi oleh Camat dan Kepala KUA” Jelas Suwarjo

Sebagai narasumber pertama, Kakanwil Kemenag Prov. Jawa Tengah, H. Musta’in Ahmad menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, meski bukan negara agama namun prilaku masyarakat Indonesia telah bersendikan agama, masyarakat Indonesia telah menjadikan agama sebagai watak keseharian dan kehidupan bernegara.

“Kita semua pantas bersyukur, masyarakat Indonesia meski bukan Negara Agama namun prilaku masyarakat Indonesia telah bersendikan agama dan menjadikan agama sebagai watak keseharian dan kehidupan bernegara” Kata Musta’in

Kerukunan adalah entitas yg dinamis, lanjut Musta’in,  bisa jadi hari ini kita semua rukun dan kompak namun besok hari bisa jadi kita bermusuhan, maka harus ada komitmen bersama utk merawat dan menjaga  kerukunan. Maka penting kiranya ‘Dialog Pembentukan Forkoma’ ini dilaksanakan sebagai jawaban yang tepat dalam merawat dan menjaga kerukunan umat beragama dalam upaya memperkokoh toleransi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara utamanya di wilayah Kabupaten Boyolali dan umumnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Strategi pelembagaan di tingkat kecamatan ini, lanjut Musta’in, akan mendorong peng institusi an program Moderasi Beragama  sampai ke desa atau RT/RW.  Pada Bulan Desember tahun 2022 di Kantor Wilayah Kemenag Jawa Tengah dicanangkan ‘gerakan merah marun’ , merupakan singkatan Menyemai Ramah untuk Masyarakat Rukun, sebagai bagian Gerakan yang bersinergi dengan salah satu Program Prioritas Menteri Agama, Tahun toleransi.

“Strategi Pelembagaan Forum Kerukunan Umat Beragama di Boyolali ini, akan mendorong terbentuknya peng institusi an Moderasi beragama hingga tingkat desa atau RT/RW” jelas Musta’in

Sementara itu, narasumber berikutnya, Ketua FKUB Kabupaten Boyolali, H. Habis Masturi lebih menekankan pada tehnis pembentukan Forkoma agar diinisiasi oleh para Camat dan Kepala KUA, tehnis pembentukannya akan difasilitasi berupa petunjuk teknis pembentukan Forkoma.

Selain Ketua FKUB, narasumber lainnya adalah Rektor UNIBA, Dr. Nanik Sutarni, S.H., M.H. secara akademik, Moderasi Beragama merupakan program pemerintah yang memiliki tujuan mewujudkan kehidupan keberagamaan yang rukun, damai dan aman. Pada tataran implementasinya, UNIBA akan memberikan dukungan penuh Bersama pemerintah dan FKUB dalam mewijudkan dan mengimplementasikannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Dialog ini digelar di Aula Kesbangpol Komplek Perkantoran Kabupaten Boyolali. Peserta yang dihadirkan adalah para Camat dari 22 Kecamatan di Boyolali, 19 Kepala KUA dan Ketua Ormas Keagamaan, hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan pengurus PCNU, PD Muhamadiyah, PD LDII, PD MTA, perwakilan agama Hindhu, Budda, Katolik dan Kristen. (ZN/ZK/rf)