Jelang Fase Puncak Ibadah Haji, Petugas Beri Manasik di Hotel

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Boyolali (Humas) – Menjelang fase puncak penyelenggaraan Haji tahun 1443 H/ 2022 M, yakni wukuf di arofah dan mabit di Mina dan Muzdalifah, para petugas pendamping Jemaah Haji asal Boyolali, kloter 34 dan kloter 35, melaksanakan Manasik di Lorong Hotel Kiswah, Maktab 35 Lt. 21 Makkah pada Ahad (3/07).

Kegiatan manasik haji ini bertujuan untuk memperkuat materi bimbingan haji yang telah didapatkan di Tanah Air, terutama pada tata cara ibadah yang akan dilaksanakan pada fase puncak wukuf di Arafah dan Mabit di Mina dan Muzdalifah.

Tim Pembimbing Haji Indonesia (TPHI) kloter 35, H. Muh Rosyid melalui aplikasi perpesanan menyampaikan kepada Pranata Humas, manasik haji ini akan dilaksanakan secara berkala, dengan materi bimbingan ibadah wajib, bimbingan ibadah sunah dan bimbingan Kesehatan. Materi  manasik haji disampaikan oleh Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kloter 35 Haryanto Budi Utomo.

“Menjelang fase puncak pelaksanaan haji, kami bersama TPIHI, Pak Haryanto Budi Utomo memberikan bimbingan ibadah haji kepada para jamaah, terutama kami tekankan pada fikih ibadah haji pada saat wukuf di Arafah dan mabit di Mina dan Muzdalifah” Kata H. Muh Rosyid

Kegiatan manasik haji ini lanjut, H. Muh. Rosyid bertujuan agar  para jemaah benar-benar menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah hajinya dengan benar sesuai dengan fikih haji. Disamping itu, para jamaah akan diberikan  pula bimbingan kesehatan jamaah haji oleh petugas Kesehatan kloter. Tujuannya agar jamaah haji tetap sehat selama menunaikan ibadah Haji di Tanah Suci.

Sementara itu, Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) kloter 35, Dokter Isna berpesan, menjelang fase puncak ibadah haji ini, para jamaah agar menjaga kondisi Kesehatannya dengan baik dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan mencukupi serta tidak memaksakan melakukan ibadah ibadah sunnah yang menguras tenaga dan fisik.

“Menjelang fase puncak ibadah haji, para jamaah agak menjaga kondisi Kesehatan dan fisik dengan baik dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan mencukupi terutama perbanyak minum air putih agar tidak terdehidrasi ,” jelasnya.

Cuaca di Arab Saudi saat ini, jelas Dr. Isna khususnya di kota Mekkah sangat panas, para Jemaah haji agar membatasi aktivitas di luar ruangan, tetap selalu memakai masker dan memperbanyak minum air putih.

“Jangan menunggu haus untuk minum, tetap selalu memakai masker ketika berkumpul di ruangan terutama ketika melaksanakan shalat berjamaah,” Pesan Dr. Isna.

Para Jemaah juga diminta menggunakan alat pelindung diri jika hendak keluar ruangan. Jangan menunggu haus untuk minum, mengonsumsi vitamin, dan menjaga kesehatan dengan makan tepat waktu serta istirahat cukup. Terutama 3 hari menjelang puncak ibadah haji, wukuf di Arafah dan Mabit di Mina dan Muzdalifah. Kami berharap seluruh jamaah dapat melaksanakan rangkaian ibadah puncak tersebut dengan baik dan sehat.

Pada penutupan manasik, H. Muh. Rosyid Kembali mengingatkan bahwa Ibadah haji merupakan ibadah yang memerlukan kondisi fisik dan kesehatan yang prima. Perbedaan suhu yang ekstrim antara Tanah Air dengan tanah suci akan berpengaruh pada kondisi fisik dan kesehatan jemaah. Oleh karena itu, menjaga stamina tubuh serta menjaga kesiapan mental menjadi point utama menjelang ARMUZNA. (ZN/Jaim/rf)