Berkreasi dan Berinovasi Lewat Pameran Literasi

Ungaran – Dalam rangka menyemarakkan program Perpuseru IN-MATRA yang diadakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Semarang, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang yang dalam hal ini diwakili oleh Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Barokah Tengaran; MI Gondoriyo Bergas dan MI Wonoyoso Pringapus mengikuti kegiatan pameran literasi di GOR Wujil Bergas mulai Selasa- Kamis (2-4/10).

IN-MATRA kepanjangan dari Inovasi, Maju, Mandiri, Tertib, dan Sejahtera, merupakan program Pemerintah Kabupaten Semarang dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di tingkat Sekolah Dasar dengan tujuan untuk memberikan kesempatan belajar, berlatih, berkreasi, berinovasi dan  berimajinasi dalam karya, metode, ataupun produk-produk unggulan yang disesuaikan dengan potensi lokal atau potensi desa tempat dimana mereka tinggal. Ketiga madrasah yang turut serta menjadi peserta pameran literasi ini mengambil stand yang berbeda dan dengan tema yang berbeda pula.

MI Al Barokah Kecamatan Tengaran misalnya. Pihak madrasah sengaja mengusung tema pertanian vertiminaponik, dimana teknologi pertanian ini dianggap mampu menjadi solusi bagi masyarakat yang menginginkan bercocok tanam dengan lahan yang terbatas. Teknik mengintegrasikan tanaman sayuran dan ikan ini dilakukan dengan cara mengalirkan air secara terus menerus menggunakan pompa akuarium dari kolam atau bak kecil pemeliharaan ikan sebagai penyiraman dan suplai hara bagi tanaman sayuran.

Sementara untuk MI Gondoriyo Kecamatan Bergas, tema yang mereka ambil adalah masker daun basil. Daun yang sering kita kenal dengan sebutan daun selasih ini memang memiliki kandungan vitamin K,A,C dan E yang dipercaya mampu mencegah jerawat, mengobati vitiliogo, meredakan infeksi kulit, mencegah penuaan dini dan menjadikan kulit cerah bersinar.

Sedangkan MI Wonoyoso Pringapus, mereka menampilkan berbagai kerajinan yang terbuat dari kain perca. Ada tas, dompet, keset, bros, boneka, lukisan, hiasan dinding hingga bed cover.

Salah satu pengunjung pameran, Amarodin mengungkapkan kebahagiannya dapat melihat beragam kreasi di lebih dari 20 stand. Ia juga sempat mencoba merasakan sensasi masker dengan menggunakan daun basil.

“Lumayan, jadi tambah seger wajah saya,” ungkapnya.

Sementara itu pengunjung yang lain, Salim  yang juga sebagai pengawas madrasah tingkat SD/MI, berharap agar kegiatan serupa bisa dilaksanakan tiap tahun sebagai ajang promosi madrasah ke masyarakat Kabupaten Semarang pada khususnya.

“Semoga kegiatan seperti ini terus diuri-uri agar masyarakat juga tahu dan kenal bahwa madrasah juga bisa bersaing dengan sekolah-sekolah umum,” ungkapnya. (shl/gt)