Dialog Interaktif Moderasi Beragama Toga Dan Toma

Kab.Pekalongan – Kepala Kankemenag kabupaten Pekalongan, H.Kasiman Mahmud Desky, M.Ag hadir dan memberikan sambutan dalam kegiatan “Dialog Interaktif Moderasi Beragama Toga Dsn Toma Dalam Mengambil Sikap Penanganan Konflik Beragama Di Lingkungan Kabupaten Pekalongan Tahun 2021” yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) kabupaten Pekalongan, bersama Kesbangpol, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tim Pengendali KUB Kemenag serta segenap pengurus FKUB kabupaten Pekalongan. Bertempat di Pasraman Linggo Asri Kajen. Kegiatan Dialog dipandu oleh Intan Risana,S.H.(Kamis, 7 Oktober 2021).

Disampaikan oleh H.Kasiman Mahmud Desky bahwa Indonesia merupakan negara majemuk yang memiliki beragam suku, agama, ras, dan budaya. Keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang dimiliki Indonesia, namun dalam implementasinya, dinamika ekspresi keberagamaan di era demokrasi terkadang berpotensi memunculkan ketegangan dan konflik antar masyarakat, antar umat beragama atau bahkan internal umat beragama. Oleh karena itu, diperlukan moderasi salah satunya moderasi beragama untuk menjaga keharmonisan bangsa.

“Moderasi beragama sesungguhnya merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Moderasi merupakan kebajikan yang mendorong terciptanya harmoni sosial dan keseimbangan dalam kehidupan secara personal, keluarga dan masyarakat.” tuturnya.

Lebih lanjut H.Kasiman Mahmud Desky menuturkan, “Moderasi dapat diukur dalam empat indikator diantaranya toleransi, anti kekerasan, komitmen kebangsaan, serta pemahaman dan perilaku beragama yang akomodatif terhadap budaya lokal atau konteks Indonesia yang multi-kultural dan multi-agama. Untuk itu, keempat indikator tersebut harus selalu dijaga dan dilaksanakan oleh seluruh elemen masyarakat sebagai upaya menciptakan kerukunan berbangsa dan bernegara yang berkelanjutan.”

Tugas penguatan kerukunan umat beragama di samping dilakukan oleh pemerintah, juga dilakukan oleh para tokoh agama. Para tokoh agama ini merupakan modal yang berharga bagi bangsa Indonesia dalam mewujudkan kerukunan umat beragama.

Contoh beberapa ketegangan antar umat beragama yang pernah terjadi di Indonesia seperti perdebatan atas pendirian rumah ibadah, penodaan agama, penyiaran agama, dan kontestasi politik yang dihubungkan dengan agama. Namun ketegangan tersebut dapat diselesaikan dengan baik dengan hadirnya FKUB di berbagai daerah di Indonesia.

Secara umum FKUB telah berhasil melaksanakan peran yang baik dalam membangun kerukunan umat beragama, terutama dalam penyelesaian sengketa rumah ibadah, penyiaran agama, dan persoalan lain yang mengarah pada gangguan kerukunan umat beragama.

Bahkan dalam beberapa kasus, FKUB juga memiliki peran strategis untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat. FKUB menjadi sebuah wadah resolusi konflik yang efektif dan dipercaya oleh masyarakat.

FKUB dapat terus menjadi wadah resolusi konflik yang dipercaya oleh masyarakat sehingga dapat menjaga terciptanya kerukunan beragama di Indonesia.

Harapan besar kepada FKUB adalah memelihara dan merawat kerukunan beragama yang diwujudkan dalam tugasnya yaitu melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat, menampung aspirasi ormas (organisasi massa) keagamaan dan aspirasi masyarakat, menyalurkan aspirasi ormas keagamaan dan masyarakat dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijakan gubernur, dan melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan kebijakan di bidang keagamaan yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama dan pemberdayaan masyarakat.

FKUB dan para tokoh agama mampu menjadi jembatan strategis bagi umat untuk menggerakkan moderasi beragama, baik dalam keyakinan dan pemahaman keagamaan maupun tindakan konkret dalam melakukan pencegahan, mediasi, dan penyelesaian konflik antar umat beragama.

Tokoh agama juga diharapkan mampu menempatkan posisinya sebagai modal sosial yang amat penting bagi bangsa untuk mewujudkan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Indonesia merupakan bangsa yang erat dengan pluralitas umat beragama. Untuk itu, diperlukan peran strategis tokoh agama dalam mewujudkan keharmonisan antar umat beragama.

Untuk mewujudkan gagasan tersebut (kerukunan antar umat beragama), semakin disadari peran dan fungsi strategis tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, khususnya yang tergabung dalam FKUB, yang tergabung dalam lembaga dan organisasi keagamaan untuk mendorong terwujudnya kerukunan umat beragama di Indonesia.

Saat ini telah terbentuk 544 FKUB yang terdiri dari 510 FKUB Kabupaten/Kota dan 34 FKUB Provinsi seluruh Indonesia yang membantu menjalankan peran dan fungsi strategis tokoh agama di dalam mewujudkan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Diakhir sambutan serta Pembinaannya, Kakankemenag kabupaten Pekalongan, H Kasiman Mahmud Desky berpesan, “Bahwa tetap perlu untuk terus meningkatkan peran FKUB dalam membangun moderasi beragama untuk mewujudkan umat yang rukun di Indonesia, menguatkan peran FKUB dalam melakukan tugas dan fungsinya, serta merencanakan dan menyusun program kegiatan FKUB.” pungkasnya.(Ant/bd).