Dua Jemaah Klaten Meninggal Sebelum Diberangkatkan

Klaten – Dua kloter calon jemaah haji (CJH) asal Klaten dari kloter 30 dan 31 mulai diberangkatkan ke Asrama Haji Donohudan dari GOR Gelarsena Klaten (19/08). Sedangkan satu kloter yaitu kloter 57 akan diberangkatkan pada 30 Agustus mendatang.

Plt. Kasi PHU (Penyelenggaraan Haji dan Umrah) Kementerian Agama Klaten Bakri mengatakan, jumlah CJH yang diberangkatkan tahun ini sebanyak 762 jemaah. Tetapi sebelum pemberangkatan menuju Donohudan ada 2 jamaah yang meninggal dunia yaitu satu berasal Desa Pepe, Kecamatan Ngawen bernama Muh. Tanwir dan satu berasal Kecamatan Tulung bernama Murtriyati Sugiyo Pratomo.

“Sebanyak 703 CJH yang berangkat hari ini terdiri dari 348 pada kloter 30 dan 355 pada kloter 31. Kloter 30 diberangkatkan dari GOR Gelarsena pukul 09.00 WIB dan masuk asrama pukul 12.00 WIB. Sedangkan kloter 31 berangkat pukul 16.00 WIB dan memasuki asrama pukul 19.00 WIB. Praktis, CJH Klaten berkurang dari 762 orang menjadi 760 orang,” terang Bakri.

Untuk jamaah haji yang meninggal sebelum keberangkatan, seperti yang terjadi sekarang ini, maka pihak keluarganya akan menerima pengembalian ongkos naik haji (ONH) sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Kalau ada calon haji yang meninggal dunia, otomatis uang dari calon haji yang bersangkutan akan dikembalikan. Kepada ahli waris dipersilakan mengurus persyaratannya. Nantinya, uang pengembalian ibadah haji akan ditransfer melalui rekening pada saat penyetoran awal di bank penerima setoran biaya perjalanan ibadah haji (BPIH),” paparnya.

Jaka Sawaldi Sekda Klaten saat pelepasan berpesan, kepada para jemaah calon haji selalu menjaga kekompakan, selalu tertib mengikuti aturan yang telah ada dan menjaga nama baik Klaten khususnya dan Indonesia umumnya selama menjalankan wajib rukun dan sunnah haji di tanah suci.

“Menjalankan rukun islam yang ke lima yaitu ibadah haji memang membutuhkan kesabaran. Mereka yang diberangkatkan hari ini mungkin sudah bertahun tahun menempati daftar tunggu haji, sehingga kesempatan ini hendaknya tidak disia-siakan untuk meraih haji mabrur, karena ada juga yang tidak jadi berangkat karena lain hal,” tandasnya.(AgusJun/gt)