Ebarkasi Terapkan standard internasional Dengan Biometric Enrolment

Boyolali – (Inmas) Dalam pelaksanaan Ibadah haji kali menerapkan Standar Internasional dam Identifikasi, ini dijelaskan Ketua PPIH Adi Sumarmo Donohudan Farhani melalui Kaubbag Humas PPIH Adisumarmo Solo, Afief Mundzir, bahwa Embarkasi SOC tahun ini,17/7/'18 ada tahapan baru dalam pemeriksaan awal peberangkatan dalam pelaksanaan jemaah haji. Yaitu dengan pemeriksaan Biometri, yakni pemeriksaan retina, wajah dan sidik jari.

“Pada dasarnya ini dilakukan untuk mengidentifikasi warga negara asing yang masuk ke dalam sebuah negara. Maka di kerajaan Arab Saudi calon jemaah haji kita telah teridentifikasi oleh mereka. Sesungguhnya ini menjadi identifikasi personal untuk pengamanan dan ini sudah menjadi standart Internasional.” sambungnya.

Dalam pelaksanaannya tahapan biometri ini mempunyai durasi pemeriksan sekitar 1 – 7 menit. Dengan total sekitar 3500 jemaah ini diperkirakan pemeriksaan biometri akan selesai dalam 3 jam.

Ini telah dijalankan dibeberapa negara dan sudah menjadi SOP International dalam program pelaksanaan ibadah haji. Dibeberapa wilayah di Indonesia juga sudah menjalankannya. Pemeriksaan Biometri ini nantinya akan dilaksanakan digedung Musdalifa dalam embarkasi SOC.

“Tapi tentu ini lebih memudahkan, karenanya menurut saya ini tidak terlalu jadi masalah bagi jamaah, sebab setelah perjalanan jauh, mendarat juga ketika masih ada masalah apalagi komunikasi juga agak sulit, tentunya itu akan menjadi persoalan yg dapat dihindari.” jelas Afief.

Masalah pembatasan dan aturan-aturan yang berlaku terhadap jemaah masih tetap sama.

“Mana barang yang boleh di bawa jemaah dan mana yang tidak menurut standart penerbangan. Termasuk beberapa cairan yg diperbolehkan dan besaran mili liternya, sehingga nanti kalau tidak layak ya harus di bongkar.” tutupnya. (bd-sua/bd)