Empat Karya Ilmiah Siswa Man 2 Kudus Masuk Finalis LKIR LIPI 2016

Semarang – Belajar dan berprestasi tiada henti, itulah ungkapan yang perlu terus ditanamkan pada siswa-siswa di madrasah saat ini dalam menghadapi persaingan global. Setidaknya ungkapan itu telah dibuktikan dengan tingginya semangat siswa-siswi MAN 2 Kudus yang dikenal sebagai madrasah riset untuk terus berkreasi dan berinovasi serta mengembangkan ilmu pengetahuan telah membuka pintu prestasi. Empat karya ilmiah hasil penelitian siswa-siswi MAN 2 Kudus berhasil menjadi finalis pada kompetisi Lomba  Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke-46 dan National Young Inventor Award (NYIA) ke-9 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Empat judul karya ilmiah itu adalah : Pertama Implementasi Pengalokasian Desa Hayati sebagai Upaya Konservasi Lahan Lereng Muria karya Halimah dan Puteri Anggita Dewi untuk bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK); Kedua, Replikasi Lapisan Hidrofobik Daun Caladium tricolor dengan Metode Teknologi UV-NIL sebagai Pelapis Anti-korosi pada Logam Besi karya Diyah Ayu Widiyaningtiyas dan Muhammad Anan Mahardika untuk bidang Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT); Ketiga, Pengaruh Ekstrak Tumbuhan Akar Tuba (Derris elliptica L.) sebagai Bahan Anestesi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) dalam Transportasi Tertutup karya Auliya Nujumul Laily dan Filana Hatta Noor untuk bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian dan Maritim; dan Keempat, Pengaruh Susunan Terumbu Karang Buatan (Artificial Reef) Bentuk Silinder Berongga terhadap Tingkat Penurunan Bencana Abrasi di Pesisir Pantai Kedung Jepara dengan Analisis Cedas (Coastal Engineering Design & Analisys System) karya Mazza Safana dan Hilya Qothrun Najahah untuk bidang Ilmu Pengetahuan Kebumian dan Maritim.

Atas hasil penelitiannya itu kedelapan siswa MAN 2 Kudus bersama 170 anak dan remaja Indonesia lainnya diundang untuk mengikuti Pameran di Auditorium LIPI Jakarta pada tanggal 26-27 September 2016 dan selanjutnya para pemenang dan finalis lomba terpilih 2016 akan diseleksi kembali untuk diikutsertakan di ajang-ajang kompetisi internasional, seperti Intel Internasional Science and Engineering Fair (IISEF) dan Internasional Exhibition for Young Inventor Award (IEYI).

Kompetisi Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) dan dan National Young Inventor Award (NYIA) adalah ajang kompetisi bagi siswa setingkat SD-SMA yang merupakan ajang tahunan pameran kreatifitas remaja bertaraf nasional yang dirintis sejak tahun 1969 dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan anak dan remaja Indonesia dalam menghimpun ide-ide kreatif dalam penemuan dan pembaruan di bidang Iptek. [asyiq/gt]