Ganjar Pranowo : Menang-kalah hal biasa, namun prestasi harus diperjuangkan

Surakarta – Nilai agama merupakan pondasi awal yang vital dalam membangun karakter anak, dimana nilai agama sarat dengan etika dan moral yang kondisi dewasa ini menjadi permasalahan yang sangat mendasar. Penanaman nilai agama sejak dini akan memberikan pengaruh yang besar terhadap perkembangan generasi muda.

Perihal tersebut yang mendasari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu menyelenggarakan kegiatan nasional yang bertajuk Jambore Pasraman Tingkat Nasional (jampasnas) yang dilaksanakan tiap 2 tahunan, dan untuk tahun 2014 ini merupakan kali ketiga kegiatan tersebut dilaksanakan.

Dengan mengusung tema “Jambore Pasraman Tingkat Nasional III tahun 2014 sebagai wahana solidaritas dan kepekaan untuk kesadaran generasi muda Hindu dakam tanggung jawab membangun masa depan bangsa” kegiatan ini dilaksanakan di Solo tepatnya Hotel Lor’In mulai tanggal 14 – 19 Okteober 2014 dan diikuti oleh perwakilan pasraman dari 32 provinsi se-Indonesia.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo selaku pimpinan pemerintah provinsi Jawa Tengah merasa tersanjung Jawa Tengah menjadi tempat penyelenggaraan jampasnas ke-3 ini, dimana diikuti oleh perwakilan dari 32 provinsi se-Indonesia hal tersebut menunjukkan akan keberadaan atau eksistensi kita menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tidak terpisahkan.

Jampasnas merupakan ajang penyiapan anak-anak menjadi anggota masyarakat yang memahami konsep ajaran dan filsafat agama serta mampu mengamalkan nilai-nilai ajaran agama Hindu, hal ini sangat penting dan strategis dimana akhir-akhir ini banyak kita lihat dan dengarkan melalui media cetak maupun elektronik tindak kekerasan yang dilakukan oleh anak-anak yang masih duduk dalam bangku sekolah bahkan yang memprihatinkan lagi pada tataran anak-anak sekolah dasar.

Dengan logat yang khas dan jenaka Ganjar berorasi “Tentunya kita berharap anak-anak kita berkembang tidak salah arah, beberapa hari yang lalu kita melihat di televisi anak-anak SD bisa memukuli teman sekelasnya dengan ekspresi wajah yang ceria. Maka jika kita bisa suntikkan kegiatan-kegiatan yang dapat membangun moralitas anak-anak kita, membangun mentalitas positif anak dengan spiritualitas, mudah-mudahan tindak kekerasan tersebut merupakan aksi kekerasan yang terakhir kali kita lihat, dengan harapan kelak dikemudian hari anak-anak kita menjadi anak-anak yang mempunyai kecerdasan emosional dan spiritual”.

“Selamat mengikuti jambore pasraman tingkat nasional ke-3, saya berharap raihlah prestasi yang terbaik, menang kalah hal yang biasa soal piala bisa digilir soal prestasi harus diperjuangkan dan biasakan begitu selesai saling berjabat tangan itulah sportifitas itulah kesatria”, lanjut Beliau memotivasi para peserta dan official jambore pasraman nasional tersebut.

“Mari kita wujudkan generasi muda yang cerdas, kreatif, beretika, bermoral dan yang penting berbudi pekerti yang luhur” ajak Gubernur mengakhiri sambutannya.(gt)