Jaga Kemabruran Haji

Purworejo – Demi menjaga kemabruran haji, Kementerian Agama Kab. Purworejo lewat seksi phu menyelenggarakan rangkaian kegiatan manasik haji yang dimulai pada senin (27/7). Pembukaan rangkaian manasik tersebut sekaligus menjadi pertemuan ke 1 manasik tingkat kabupaten.

Sebanyak 415 jamaah antusias mengikuti 4 materi yang disajikan para narasumber. Para jamaah haji sudah berdatangan sejak pukul 07.00 WIB meski acara baru dimulai pukul 09.00 WIB. Jamaah haji kab.purworejo mendapat materi berupa kebijakan pemerintah dalam bidang penyelenggaraan haji, kebijakan teknis pelayanan kesehatan, bimbingan perjalanan haji, serta keselamatan penerbangan. Keempat materi tersebut mengacu pada silabi kurikulum yang diterbitkan dirjen haji dengan tujuan menambah pengetahuan jamaah mengenai syarat, rukun wajib haji serta menjaga keabsahan dan kemabruran haji. Karena mampu merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam melaksanakan ibadah haji, termasuk mampu dalam hal memiliki bekal ilmu pengetahuan manasik yang memadai untuk mendukung kelancaran ibadah haji.

Kepala Kankemenag Kabupaten Purworejo Nurudin menyampaikan bahwa, “Manasik merupakan salah satu media bagi pemerintah untuk menyampaikan berbagai kebijakan penting maupun teknis pelayanan haji untuk jamaah. Harapannya jamaah dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW sehingga kemabruran dapat disandang semua jamaah haji khususnya jamaah dari Kab. Purworejo.”

Rangkaian manasik telah disiapkan seksi PHU kemenag Kab.Purworejo yang dibuka dengan pertemuan ke 1 di tingkat kabupaten. Selanjutnya secara maraton digelar bimbingan di kelompok kecamatan masing-masing sebanyak 4 kali mulai 28 Juli s.d. 3 Agustus 2015. Terdapat 8 kelompok kecamatan yang menggelar manasik. Sesuai edaran ditjen mengenai ketentuan jumlah minimal jamaah dalam satu kelompok, yakni 50 orang. Sehingga terdapat beberapa kecamatan yang digabung menjadi satu dengan pertimbangan kedekatan geografis.

Rangkaian manasik tersebut akan ditutup dengan praktek manasik di alun-alun Kabupaten sedangkan teori di Pendopo Kabupaten pada 4 juli 2015. (Azizah)