Kakanwil : 2015 adalah Tahun Kerja

Wonogiri – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, H. Ahmadi, mengajak untuk tidak terlalu gembira meskipun pada saat ini sangat memungkinkan untuk bergembira karena tahun 2014 telah dilalui dengan tidak meninggalkan hutang tunjangan profesi guru dan tunjangan kinerja. Kebahagiaan juga sangat dimaklumi karena saat ini telah memasuki tahun baru 2015, serta telah mencapai usia 69 tahun Kementerian Agama serta memperingati Maulid Nabi Muhammad saw. Tetapi di samping itu kita patut berpartisipasi untuk meringankan beban keluarga kementerian agama di Banjarnegara yang tertimpa musibah tanah longsor serta adanya musibah Air Asia beberapa waktu lalu. Kakanwil juga mengucapkan selamat memasuki tahun baru 2015 dan menyatakan sebagai tahun kerja, kerja, dan kerja.

Kakanwil mengingatkan kelahiran kementerian agama tidak terlepas dari kemerdekaan Indonesia, karena para tokoh pendiri Kementerian Agama juga berperan aktif dalam proses kemerdekaan Indonesia. “Untuk itu kita harus bisa menunjukan partisipasi aktif kita dalam pembangunan dengan menunjukkan kinerja yang semakin baik, semakin berintegritas, semakin profesional, semakin inovatif, semakin bertanggungjawab dan bisa menjadi teladan yang baik bagi masyarakat.

Dengan dilaunchingnya nilai budaya kerja oleh Menteri Agama, diharapkan semakin meningkatkan kualitas kinerja dalam rangka memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat sekaligus untuk mewujudkan kementerian yang terbebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme, sehingga zona integritas di kementerian Agama bisa terwujud. Untuk mengawalinya, seluruh penempatan jabatan akan dilakukan dengan assessment sehingga benar-benar sesuai dengan kompetensinya.

Ahmadi menekankan, 5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama itu diperlukan keselarasan antara perilaku individu dengan organisasi, keselarasan perilaku individu dengan tata nilai yang dianut, keselarasan tata nilai individu dengan tata nilai organisasi, dan keselarasan sistem yang dianut individu dengan sistem yang berlaku didalam organisasi. Keempat keselarasan itu akan mengerucut pada kompetensi individu dan leadership.

Sekecil apapun tugas yang diemban, seorang pegawai harus memahami tugasnya serta mampu memetakan tugas dan fungsinya yang dituangkan dalam SOP. Termasuk menyediakan data pendukung dan peraturan yang menjadi payung hukum bagi tugas dan tanggung jawabnya. “Kita dituntut untuk benar-benar menguasai bidang kerja kita”, tandasnya. Akan lebih mempunyai nilai apabila pegawai mampu berinovasi, mengubah sesuatu menjadi lebih baik lagi secara terus menerus dan berkelanjutan.

Ahmadi mengajak para pegawai agar selalu on the track, artinya selalu berada pada garis yang ditentukan, lebih mengutamakan tanggungjawab dari pada wewenang sehingga apapun bentuk kerja yang ditempuh bisa dipertanggungjawabkan baik secara administratif maupun tanggungjawab di hadapan Allah swt, Tuhan Yang Maha Esa.

Kepala Kankemenag Wonogiri, H. Safrudin, melaporkan bahwa kegiatan pembinaan yang dilaksanakan di Aula Kankemenag Wonogiri ini diikuti oleh para pejabat dan pegawai Kankemenag, Kepala KUA beserta penghulu, penyuluh dan Kepala Madrasah di Kabupaten Wonogiri.(fat)