Kemenag Dukung Penerbitan Perda BTQ

Rembang — Pembangunan di bidang agama menjadi salah satu agenda yang pokok yang harus diakselerasikan pada setiap aspek kehidupan. Untuk mewujudkan pembangunan manusia yang berkarakter sesuai yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila, Kementerian Agama Kabupaten Rembang mendukung upaya masyarakat untuk mewujudkannya, salah satunya dengan mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Rembang untuk menerbitkan Perda Baca Tulis Al-qur’an.

Dalam pemaparan materi pada acara Pengembangan Mutu Pendidikan Lembaga Taman Pendidikan Al-qur’an (TPQ), Kamis (19/5), di Aula Kemenag Rembang, Atho’illah mengharapkan Pemerintah Kabupaten Rembang bisa segera menerbitkan Perda tentang Baca Tulis Al-qur’an.

Perda ini sebagaimana yang diusulkan oleh perwakilan masyarakat beberapa waktu lalu. Usulan ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya siswa-siswi sekolah umum yang belum mahir membaca Al-qur’an, bahkan hingga tingkat menengah atas. Oleh karenanya, pemerintah setempat perlu mengambil kebijakan dalam rangja meningkatkan kualitas siswa-siswi sekolah di bidang keagamaan. Karena agama merupakan landasan yang membentuk karakter siswa.

Menurut informasi, draf Perda tersebut sudah disusun. Selanjutnya menunggu waktu audiensi dengan DPRD dan kemudian disahkan oleh Bupati. “Dalam hal ini, Kemenag Kabupaten Rembang mendukung penuh usulan Perda tersebut,” kata Atho’illah.

Kepada segenap pengelola TPQ, Atho’illah meminta keseriusan pengelola dalam mengembangkan TPQ untuk mencetak generasi yang mencintai Al-qur’an. Tak hanya itu, santri TPQ juga sudah mahir membaca doa harian dan mempraktekkan sholat lima waktu.

“Keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia. TPQ mempunyai kontribusi yang luar biasa untuk mewujudkannya. Karena TPQ membentuk insan Indonesia yang berkarakter, berakhlakul karimah sesuai dengan yang terkandung dalam Al-qur’an,” tandas Atho’illah.

Narasumber lainnya, Sekretaris Badko TPQ Kabupaten Rembang, Totok Suparyanto mengatakan, ada beberapa standar yang harus dipenuhi dalam kurikulum TPQ 2015. Antara lain mengenai metode pembelajaran yang mudah dicerna dan difahami oleh santri sesuai dengan target pembelajaran.

Selain itu, pendekatan pembelajaran dengan menggunakan prinsip belajar sambil bermain dinilai sangat strategis untuk menumbuhkan semangat anak-anak belajar di TPQ. Metode ini bisa memakai alat-alat media pembelajaran yang menyenangkan seperti puzzle huruf hijaiyah, puzzle bacaan tajiwid, dan lain sebagainnya.—(Shofatus Shodiqoh/gt)