081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Kemenag Kota Pekalongan Perkuat Sinergi Cegah Kekerasan Seksual di Pesantren

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Kota Pekalongan (Humas) – Upaya pencegahan tindak kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren terus diperkuat oleh Kantor Kementerian Agama Kota Pekalongan. Salah satunya melalui sinergi lintas sektor bersama Pemerintah Kota Pekalongan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Kolaborasi ini dibahas dalam audiensi yang berlangsung pada Selasa (2/6/2026) di Ruang Kepala Kantor Kemenag Kota Pekalongan.

Audiensi tersebut menjadi ruang koordinasi awal untuk menyusun langkah antisipatif dalam mencegah kekerasan seksual di lingkungan pendidikan keagamaan, khususnya pondok pesantren. Pertemuan ini menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menciptakan ekosistem yang aman dan ramah bagi santri.

Rencana Penguatan Pembinaan

Dalam pertemuan tersebut, dibahas rencana pelaksanaan rapat koordinasi dan pembinaan yang akan melibatkan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), pengasuh pondok pesantren se-Kota Pekalongan, Forum Komunikasi Madrasah Diniyah (FKMD), serta Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (Badko LPQ).

Kegiatan ini dirancang sebagai langkah preventif melalui penguatan kapasitas kelembagaan dan peningkatan kesadaran para pengelola lembaga pendidikan keagamaan. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9–10 Juni 2026.

Komitmen Sinergi Lintas Sektor

Kepala Kantor Kemenag Kota Pekalongan, Abdul Wahab, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun lingkungan pesantren yang aman dan berdaya tahan terhadap berbagai potensi pelanggaran.

“Pencegahan kekerasan seksual membutuhkan kesadaran bersama. Kemenag tidak dapat berjalan sendiri. Sinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lain menjadi fondasi penting agar pesantren menjadi ruang yang aman, mendidik, dan melindungi martabat setiap santri,” ujar Abdul Wahab.

Ia menambahkan bahwa pembinaan yang dirancang tidak sebatas penyampaian materi, tetapi juga mendorong lahirnya komitmen kolektif dari para pengelola lembaga pendidikan untuk menerapkan sistem perlindungan yang berkelanjutan.

Dukungan dan Kolaborasi Pemkot

Badan Kesbangpol Kota Pekalongan yang diwakili oleh Kepala Bidang Kesatuan Bangsa, Didik Purwoko, menyambut positif inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi secara aktif. Menurutnya langkah ini selaras dengan upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial dan melindungi kelompok rentan.

“Kami memandang isu ini sebagai tanggung jawab bersama. Kolaborasi ini penting agar upaya pencegahan dapat dilakukan secara terstruktur dan menyentuh langsung lingkungan pesantren. Kesbangpol siap berkolaborasi dan mendukung langkah-langkah yang akan dilakukan ke depan,” ungkapnya.

Mendorong Lingkungan Aman dan Edukatif

Melalui sinergi ini, diharapkan tercipta sistem pencegahan yang lebih komprehensif di lingkungan pondok pesantren, madrasah diniyah, dan LPQ. Pendekatan yang dilakukan menitikberatkan pada edukasi, penguatan peran pengelola lembaga, serta peningkatan kesadaran kolektif terhadap pentingnya perlindungan santri.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memastikan bahwa lembaga pendidikan keagamaan tetap menjadi ruang yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang generasi secara optimal.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print