Menag : MTQ Sarana “menjiwakan” Al Qur’an dalam Sanubari Umat Islam

Mataram – Seremonial pembukaan MTQN XXVI Tahun 2016 bertempat di Astaka Utama Islamic Centre Mataram NTB dihadiri sedikitnya sekitar hampir 2000 peserta yang tersiri dari kafilah peserta MTQ dari berbagai Provinsi di seluruh Indonesia, juga hadir para pejabat dan 13 duta besar negara sahabat. Suasana semakin meriah dengan antusiasme ribuan masyarakat Mataram dan sekitarnya untuk menghadiri perhelatan yang diawali dengan nyanyian lagu Kebangsaan Indonesia Raya pada pukul 20.00 WITA.

Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin dalam kesempatan tersebut mengatakan, “Lahirnya MTQ ini bertujuan untuk “menjiwakan” Al Quran di sanubari umat Islam agar mereka tergerak hatinya untuk menjadi manusia yang baik.”

Mirip seperti cara Walisongo dalam melakukan dakwah dan syiar Islam melalui seni dan budaya. “MTQ ini mirip cara wali dalam berdakwah lewat tilawah,” tambah Menag.

Dari semula kategori tilawah, kini sudah ada tujuh cabang. Keragaman cabang MTQN itu berkembang untuk kategori selain tilawah, di antaranya hafalan Al Quran, tafsir Al Quran, penulisan makalah ilmiah Al Quran, khat ayat Al Quran, syarhil Quran dan fahmil Quran.

Selaras dengan tema MTQ Nasional Tahun 2016 yaitu “MTQ Nasional upaya mewujudkan revolusi mental dalam mengantarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin”.  Lukman mengungkapkan bahwa dari pengembangan kategori semakin mendekatkan umat kepada Al Quran, Dengan begitu umat Islam akan semakin memahami Al Quran yang berisi ajaran Islam dengan kasih sayangnya atau rahmatan lil’alamin.

“Dalam terminologi Rahmat dalam Al Quran disebut sebanyak 338 kali dan menurut ahli tafsir ada 16 makna  yang memiliki makna kebaikan, yaitu makna kedamaian dan kemakmuran. Inilah seharusnya Indonesia menuju baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur yang bisa terwujud jika kita bisa melakukan revolusi mental dalam memaknai rahmat,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut Menag tak lupa memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya terhadap pihak-pihak yang membantu untuk meyukseskan perhelatan MTQ Nasional Tahun 2016, khususnya kepada Gubernur NTB dan Walikota Mataram.

Menag pun berpesan kepada qari-qariah, hafidz-hafidzah, dewan hakim, para peserta dan official MTQ untuk menjaga tujuan mulia MTQ nasional dan tetap menjadikan Al Quran sebagai penjaga diri dan sekaligus menjadi penyejuk jiwa yang menentramkan sanubari. (wulan/gt)