Pembinaan ASN Sangat dI Perlukan

Semarang (Inmas) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah mengadakan Pembinaan Bagi Aparatus Sipil Negara (ASN) Khusus ASN dilingkungan Kanwil Kementerian Agama, Kegiatan diadakan di Lantai III kanwil Kemenag Prov. Jateng Jl. Sisingamangaraja No. 5 Semarang, diikuti oleh semua ASN Kanwil Kementerian AGama Prov. Jateng, Kyai H. Ulil Albab yang memberkan tausiayah pada acara pembinaan ASN. 26/05

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Jawa Tengah mengatakan “Dimedia dalam satu minggu ini banyak yang menulis markhaban ya romadhan. Kita sebagai Waga ASN Kementerian Agama hendaknya mewarnai kegiatan-kegiatan selama bulan suci romadhan” katanya.

“Ketika romadhan akan hadir , biasanya kondisi yang muncul dimasyarakat muncul petanyaan posonne kapan !, maka sekarang venomena yang ada pada saat ini pesantren-pesantren ini kurang memandang bahwa ilmu falaq itu bukan ilmu ungggulan, jadinya banyak pesantren yang memperdalam ilmu falaq, yang dianggap unggul dan yang dianggap minoritas itu almu Hadis, Ilmu Tafsir dan Ilmu Takhfidhul Quran, ini semua dianggap inggul, ini merupakan fenomena, jadinya pesantren sekarang ini kurang tertarik dengan ilmu falak” ungkapnya.

“Sejatinya ilmu falaq yang tidak diunggulkan, padahal ilmu falak yang tidak kalah mulianya dibandingkan dengan ilmu-ilmu yang lain, loyalitasnya dipesantren saat ini tidak dianggap unggul dan penting, ini merupakan PR kita agar bagaimana pesantren-pesantren kita mulai memandang perlu, kita rindu, kita tahu yang namanya tanggal 1 romadhan itu dalam satu tahun hanya ada satu hari, yang namanya 1 syawal dalam 1 tahun hanya ada 1 hari, sementara fakta yang ada romadhan dan idul fitri kita ada yang tidak sama” tambahnya.

Beliau juga mengatakan “Indonesia juga dipandang oleh dunia, Indonesia sebagai contoh dalam membangun kerukunan umat beragama” tambahnya.

Farhaniberpesan “mari kita tingkatkan solidaritas sosial kita, karena solidaritas sosial ini penting karena ini dalah misi kementerian agama, yaitu meningkatkan pemanfaatan yang berkualitas penglolaan potensi ekonomi keagamaan, dapat dilakukan dalam pemberdayaan wakaf, juga dapat dari optimalisasi penghimpunan zakat , infaq dan sodakoh, yang menurut kaidah sar i umat islam itu punya  2,5 % dari yang diterima, jadi artinya APBD yang dikeluarkan untuk membayar pegawai berarti 2,5% nya merupakan harta umat dan itu semua telah ada aturannya semua, maka apabila kementerian agama memberikan contoh peningkatan optimalisasi infaq, zakat dan sodaqoh ini merupakan keteladanan” pesannya.

Romadhan bukan merupakan halangan namun romadhan merupakan motifasi  pada kita untuk bekerja lebih baik lagi dan dengan romadhan mudah-mudahan menyadarkan kita semuanya, dalam mengakhiri sambutannya. (bd)