Kudus (Humas) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat upaya pencegahan dini terhadap potensi konflik sosial, Selasa (10/12/2025).
Melalui Tim Kerja Kerukunan Umat Beragama (KUB), Kanwil Kemenag memberikan pembinaan terkait Early Warning System (EWS) Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan.
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Kudus dan dihadiri oleh seluruh Penyuluh Agama serta Penghulu se-Kabupaten Kudus. Pembinaan difokuskan pada peningkatan sensitivitas serta kemampuan deteksi dini para petugas lapangan terhadap gejala-gejala yang berpotensi memicu ketegangan atau konflik antarumat beragama.
Ketua Tim Kerja Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kemenag Jateng, Zaimatul Chasanah, menyampaikan bahwa Penyuluh dan Penghulu merupakan “mata dan telinga” Kementerian Agama di masyarakat.
“EWS sangat vital. Tugas kita bukan hanya menyelesaikan konflik, tetapi mencegahnya sebelum terjadi. Melalui pembinaan ini, Penyuluh dan Penghulu diharapkan mampu mengidentifikasi isu sensitif, melakukan mediasi awal, dan segera melaporkannya melalui jalur yang tepat sebelum isu membesar menjadi konflik terbuka,” jelasnya.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kudus yang diwakili Plt. Kasi Bimas Islam menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut komitmen Kemenag dalam menjaga stabilitas sosial dan kerukunan di wilayah Kudus. Ia berharap pembekalan ini semakin memperkuat kondusivitas daerah.

Pelatihan teknis disampaikan oleh Albertus Nugrahaning Widi, yang memandu peserta menggunakan aplikasi Early Warning System. Dalam sesi ini, peserta dibimbing untuk:
- Mengakses aplikasi melalui portal PKUB Pusat Kemenag.
- Memahami alur login sebagai inputer maupun verifikator.
- Melakukan input laporan potensi konflik, mulai dari identitas, kronologi, lokasi kejadian, indikator, fase, hingga unggahan foto pendukung.
- Mempelajari alur verifikasi laporan dan pemberian solusi di tingkat Kabupaten, Provinsi, hingga Pusat.
- Mengoperasikan fitur dashboard, peta, tabel laporan, hingga export data.
Sesi berlangsung interaktif dengan peserta mempraktikkan langsung simulasi pembuatan dan pengelolaan laporan EWS. Bimtek ini menjadi bagian dari upaya Kemenag Kudus memperkuat sinergi dan respons cepat dalam menjaga kerukunan umat beragama. Dengan meningkatnya dinamika sosial dan keberagaman masyarakat, kemampuan memetakan potensi konflik secara akurat menjadi kebutuhan mendesak bagi aparatur Kemenag.
Kegiatan ditutup dengan bimbingan teknis aplikasi SI-Rukun untuk menguji kesiapan Penyuluh dan Penghulu dalam merespons indikasi konflik, memastikan bahwa teori yang diterima dapat langsung diterapkan dalam praktik di lapangan.







