Semarang (Humas) — Pembimas Buddha Jawa Tengah, Karbono, menghadiri kegiatan pembukaan Pelatihan Atthasila yang diselenggarakan oleh ASTINDA di Vihara Tanah Putih pada Minggu (23/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan umat Buddha khususnya pemerintah perempuan melalui penguatan praktik spiritual, disiplin sila, dan pengembangan kualitas batin.
Pelatihan Atthasila dijadwalkan berlangsung selama sebelas hari, mulai tanggal 24 Mei hingga 3 Juni 2026. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Silacariya Y.M. Bhikkhu Cattamano Mahathera dengan didampingi oleh Y.M. Bhikkhu Sujano Mahathera dan Y.M. Bhikkhu Khemadiro Thera selaku Bhikkhu pendamping Silacariya.
Sebanyak 14 orang atthasilani mengikuti pelatihan ini dari Semarang, Malaysia, Tangerang, Karawang, Banyumas, Jakarta Utara, Tegal, dan Banyuwangi serta peserta termuda berusia 17 tahun dan tertua 63 tahun yang berasal dari Semarang. Peserta diharapkan mengikuti pelatihan dengan penuh semangat dan tekad untuk memperdalam praktik kehidupan sederhana, disiplin moral, meditasi, serta penghayatan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari. Selama pelatihan, para peserta akan menjalani pembinaan intensif melalui praktik sila, puja bakti, meditasi, hingga pendalaman Dhamma.
Dalam kesempatan tersebut, Pembimas Buddha Jawa Tengah menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pembimbing yang telah memfasilitasi kegiatan pembinaan spiritual bagi umat Buddha. Menurutnya, pelatihan Atthasila merupakan sarana penting dalam membentuk pribadi yang disiplin, tenang, dan penuh kebijaksanaan.
”kita harus bisa merawat dua hal, yaitu merawat jiwa dan raga. Ketika kita mempunyai kesempatan menjadi atau berlatih menjadi Pabbajita, itu merupakan suatu karma baik yang sangat luar biasa yang tidak semua orang bisa mendapatkan karma baik untuk berlatih Atthasila, untuk berlatih menjadi Pabbajita. Mau tapi tak mampu, bisa tapi tidak memiliki kesempatan” ujar Karbono.
Dengan dimulainya pelatihan Atthasila ini, diharapkan seluruh peserta mampu mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan disiplin dan penuh kesungguhan sehingga membawa manfaat bagi pengembangan batin dan kehidupan beragama.









