Pentingnya Membangun Karakter Anak Bangsa Dengan Pendidikan Agama

Wonogiri – Jabatan fungsional guru adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Selaku tenaga pendidik yang profesional, apalagi seorang guru agama harus memiliki kompetensi, sehingga dapat mencetak generasi yang memiliki pengetahuan dibidang IPTEK dan IMTAQ. Selain itu, guru harus kreatif, berkepribadian, dan berjiwa sosial.

Demikian disampaikan Kepala Kankemenag Wonogiri, H. Subadi dalam acara Pembinaan Guru Agama Katolik, Kristen, Hindu dan Budha di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Wonogiri,  Selasa (11/04) di Aula kemenag setempat, turut hadir dalam acara tersebut Gara Katolik dan Pengawas Pendidikan Katolik.

Menurut Subadi, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Guru Agama di lingkungan Kementerian Agama harus menerapkan prinsip 5 nilai budaya kerja, yaitu integritas, profesionalitas, inovasi, tanggungjawab dan keteladanan

“Guru harus disiplin, tertib, memberikan teladan serta menguasai IT, jangan sampai gaptek. Guru harus pula memiliki kompetensi pedagogik, berkepribadian, berjiwa sosial dan profesional,” tegasnya.

Secara empiris guru agama memegang peranan penting dalam membentuk watak dan sikap serta bisa mengembangkan potensi para anak didik. Oleh karena itu, beliau berharap guru pendidikan agama dapat meningkatkan nilai-nilai agama, khususnya budi pekerti dan karakter kepada anak didiknya.

Pada kesempatan itu, beliau juga menyampaikan harapan kepada guru pendidikan agama untuk semakin meningkatkan kualitasnya dalam mengajar.

“Guru pendidikan agama diharapkan dapat maksimal dalam mendidik moral anak-anak didiknya, karena anak-anak didik tersebut kedepannya akan menjadi penerus bangsa ini. Guru agama mempunyai peran yang sangat penting dalam mencetak karakter anak bangsa yang lebih baik untuk masa depan NKRI” imbuhnya. (H. Mursyid _ H. Heri/Wul)