Peringati Nyepi Umat Hindu Lakukan Penanaman Pohon

Banjarnegara – Dalam rangka menyambut peringatan hari raya Nyepi tahun baru Saka 1938 Pembimas Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan sosial, hal ini merupakan cerminan untuk meneguhkan sebagian ajaran agama Hindu Tri Hita Karana, yang merupakan falsafah hidup tangguh, kata Pembimas Hindhu Jawa Tengah I Dewa Made Artayasa. Acara yang dihadiri oleh Gubernur Ganjar Pranowo, Bupati, DPRD, Parisada Pusat, Kadin Perkebunan, Kepala Kehutanan, dan Lembaga Desa Masyarakat Hutan, masyarakat, umat hindu di Kabupaten Banjarnegara.

Kemudian pidato ketua panitia IGG Hendrata Wisnu tokoh Hindhu Klaten, mengatakan kegiatan ini sebagai rangkaian bakti sosial secara nasional, yang terdiri dari, penghijauan/penanaman pohon, Donor Darah, dan Pengobatan Masal. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat membangun nilai-nilai masyarakat “umat Hindu” dalam menjaga lingkungan dan membangun kerukunan umat beragama, ungkap IGG Hendrata.

Kegiatan ini mempunyai makna penting, kata IGG Hendrata, sebab dalam ajaran Hinndhu di kenal dengan Tri Hita mempunyai makna sebagai bentuk pengabdian social dan keagamaan untuk menjalankan yang menekankan tiga hubungan sesama manusia, hubungan dengan alam sekitar, dan hubungan dengan ke Tuhan yang saling terkait satu sama lain. Dan mencapai keseimbangan hidup supaya manusia mampu menghindari dari perilaku yang tindakan buruk, tegas Hendrata.

Kemudian dalam sambutan Sutedjo Slamet Utomo Bupati Banjarnegara, menyambut baik apa yang dilakukan oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia dan Panitia Hari Raya Nyepi dengan kegiatan Bakti Sosial, Penghijauan/Penanaman Pohon, karena pegunungan di Banjarnegara sekarang sudah tidak seperti dulu karena sudah di eksploitasi. Dan Banjarnegara mempunyai banyak tempat yang indah dan sejuk, wisata alam dan ke depan Banjarnegara akan berbenah dengan nuansa pariwisata dan mempunyai kekayaan rempah-rempah, ungkap Sutedjo SU.

Sang Nyoman Suwisma ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat juga dalam sambutanya bahwa sekarang ini sudah didengungkan Pemanasan Global “Global Wordning”. Untuk itu Umat Hindu/Parisada Hindu dharma Indoneis mengagas suatu kegiatan Bakto Sosial yang bertujuan untuk mengurangi pemanasan global. Kegiatan penghijauan/Penanaman Pohon ini merupakan bagian dari ajaran Tri Hitha Karana yaitu selaras dengan alam, karena alam telah memberikan berjuta kenikmatan pada manusia sehingga manusia dapat hidup dengan baik, terang Sang Nyoman.

Kemudian Ganjar Pranowo Gubernur Jateng, dalam sambutanya bahwa Jawa Tengah kaya akan peninggalan sejarah dan wisata alam yang tidak dimiliki oleh daerah lain, seperti . Candi, bangunan sejarah, Fosil manusia purba, pegunungan, pantai. Dan melalui kegiatan ini mari kita bangun Jawa Tengah secara rukun untuk menjadi daerah wisata yang tanpa merusak alamnya, tegas Ganjar Pranowo. Mengapa demikian, Gubernur mempunyai maksud dan tujuan agar Jawa Tengah dapat meningkatkan devisanya melalui Pariwisata”.terang Ganjar.

Gubernur menjelaskan, berusaha membangun dan membangkitkan daerah wisata, ada empat tempat 1). Kawasan Candi Prambanan, Boko, Sewu dan Borobudur, 2). Kawasan wisata Sangiran di daerah seragen, 3).Kawasan Wisata Karimun Jawa di Jepara, dan 4). Wisata alam dari daerah pantai dan pegunungan yang mempunyai obyek yang bagus untuk menunjang pariwisata.

I Dewa Artayasa dan seluruh yang hadir mendampingi Gubernur akan menanam tiga ribu bibit pohon di wilayah Kawah, Sikidang dan Dieng Kulon, yang akan dilaksanakan serentak dari berbagai varian bibit pohon Cempaka, Mahoni, kenari, Nogosari, sengon dll, ungkap Ganjar Pranowo Gubernur Jateng. (ali/wn)