081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Reaktualisasi dan Penguatan Peran Penyuluh Agama dalam Pelayanan Keumatan di Grobogan

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Grobogan (Humas) – Pengurus Daerah IPARI Kabupaten Grobogan menyelenggarakan kegiatan pembinaan bertajuk Reaktualisasi dan Penguatan Penyuluh Agama dalam Pelayanan Keumatan pada Kamis, 23 April 2026, bertempat di RM Joglo Apung Tawangharjo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalitas penyuluh agama di tengah dinamika kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Grobogan, Fahrur Rozi. Dalam arahannya, Ia menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki peran vital sebagai garda terdepan pelayanan keumatan,

“Penyuluh Agama dituntut untuk responsif, adaptif, serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), guna menghadirkan layanan yang cepat, tepat, dan solutif,” tuturnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 91 penyuluh agama lintas agama, meliputi Islam, Kristen, Katolik, dan Buddha, serta dihadiri oleh Kasi Bimas Islam dan sejumlah Kepala KUA sebagai tamu undangan. Kehadiran lintas unsur ini memperkuat semangat kolaborasi dalam membangun pelayanan keagamaan yang inklusif dan berdampak.

Dalam sesi pembinaan, Abdur Rouf selaku Kasi Bimas Islam sekaligus narasumber pertama menyampaikan materi mengenai strategi penguatan kapasitas penyuluh agama yang adaptif dan berbasis kebutuhan masyarakat.

“Penekanan diberikan pada pentingnya penguasaan konten kreatif, sikap selektif dalam merespons informasi publik, pendataan lapangan secara berkelanjutan, serta pemberdayaan ekonomi umat. Selain itu, kolaborasi lintas sektoral dengan berbagai pihak, seperti pemerintah desa, puskesmas, dan lembaga pemasyarakatan, juga harus menjadi fokus penguatan,” ujarnya.

Sementara itu, Rif’an selaku Kepala KUA Kecamatan Ngaringan Kab. Grobogan sekaligus narasumber kedua membahas reaktualisasi peran penyuluh agama dalam mendukung program “Kemenag Berdampak”, dengan penekanan pada penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang berorientasi pada outcome dan ekspektasi pimpinan. Beliau juga menyoroti pentingnya penyederhanaan portofolio kinerja, optimalisasi pengelolaan data, serta pemanfaatan media informasi seperti podcast dan flyer sebagai sarana edukasi publik. Nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK turut ditekankan sebagai landasan perilaku profesional penyuluh agama.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para penyuluh agama di Kabupaten Grobogan semakin mampu meningkatkan kompetensi, memperkuat integritas, serta memberikan kontribusi nyata dalam pelayanan keumatan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. (NF-A/S)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print