081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Sinergi Kuat di Semarang, BGN dan Kemenag Percepat Realisasi Program MBG, 31,96% Penerima Manfaat Tercapai

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Semarang (Humas)– Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar Rapat Koordinasi Pelaksanaan Bidang Penerima Manfaat yang diikuti oleh Kementerian Agama (Kemenag) di Hotel PO Kota Semarang, Rabu (4/3/2026). Rapat ini membahas sinkronisasi data penerima manfaat di wilayah Jawa Tengah serta isu-isu strategis guna mempercepat capaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hingga 27 Februari 2026, capaian penerima manfaat MBG telah mencapai 69,3%. Angka ini menjadi indikator positif sekaligus acuan bagi wilayah lain dalam mengoptimalkan potensi daerah masing-masing demi kesuksesan program nasional tersebut.

Kementerian Agama hadir diwakili oleh Staf Ahli Bidang Hukum, Faisal Ali Hasyim. Dalam forum tersebut, dibahas pentingnya sinkronisasi data EMIS Kemenag, khususnya pada unsur madrasah dan pondok pesantren. Per 27 Februari 2026, penerima manfaat dari kalangan santri dan siswa madrasah telah mencapai 31,96% dari total sasaran adi lingkungan Kemenag.

Faisal menegaskan komitmen Kemenag dalam mendukung akselerasi Program MBG, terutama pada sektor pondok pesantren. “Ada 176 pesantren yang akan kami usulkan untuk menjadi SPPG dengan minimal 1.000 santri per pesantren,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kemenag telah menerbitkan surat edaran kepada pondok pesantren dan madrasah sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi MBG. Dukungan tersebut meliputi pelatihan implementasi program, edukasi gizi melalui aplikasi MOOC Pintar Kemenag, hingga kolaborasi dalam pelaksanaan sertifikasi halal bagi dapur MBG di sejumlah madrasah di berbagai wilayah.

Dalam kesempatan itu, Faisal juga mengajak BGN agar SPPG yang telah terbentuk dapat berlabel halal dengan menggandeng BPJPH. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kehalalan makanan serta menjawab kekhawatiran masyarakat, khususnya kalangan pondok pesantren, sehingga percepatan program MBG dapat berjalan optimal.

Pada sesi diskusi, turut mengemuka gagasan mendorong kemandirian pondok pesantren melalui pengelolaan SPPG secara mandiri oleh pesantren, dengan kolaborasi bersama Kementerian Kesehatan dan mitra terkait. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat fondasi pelaksanaan MBG sekaligus memberdayakan lembaga pendidikan keagamaan.

Dengan koordinasi yang semakin solid antara BGN dan Kemenag, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya mempercepat peningkatan gizi anak bangsa, tetapi juga menjadi model kolaborasi nasional berbasis data, sinergi, dan kemajuan kemandirian pondok pesantren.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print