USBN PAI, Hasil Nyata Belajar Siswa

Rembang (20/3) – Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) PAI di sekolah umum pagi ini serentak digelar di Kabupaten Rembang. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rembang, Atho’illah melakukan monitoring secara langsung pagi ini, (20/3) di salah satu sekolah yang penyelenggara, yaitu SMA 2 Rembang.

Dari hasil pemantauan, pelaksanaan USBN terlihat lancar. Sejumlah siswa terlihat serius mengerjakan 45 soal, yang terdiri atas 40 soal pilihan ganda, dan lima soal uraian/ essay. Atho’illah menyatakan optimistis, penyelenggaraan USBN tahun ini berjalan lancar.

“Dilihat dari persiapan pelaksanaan sebelumnya, kami yakin peserta USBN akan mendapatkan hasil yang optimal,” kata Atho’illah.

Menurut Atho’illah, pihak Kemenag Rembang melalui guru PAI selama ini secara periodik menyelenggarakan pembahasan bersama terkait dengan perkembangan mapel PAI. “Kualitas guru PAI ditingkatkan secara berkelanjutan. Apalagi guru PAI yang sudah mendapatkan tunjangan profesi, tentunya dituntut untuk semakin meningkatkan kualitas yang ditunjukkan melalui outcome (keluaran) siswa,” kata Atho’illah.

USBN ini, merupakan bentuk nyata terhadap outcome  kinerja guru PAI tersebut. Hasil dari USBN PAI ini merupakan salah satu bentuk nyata hasil kinerja guru. Utamanya yang sudah mendapatkan tunjangan profesi guru.” Proses penyerapan siswa dalam memahami dan menerapkan materi pembelajaran PAI akan dibuktikan dengan hasil USBN ini,” ujar Atho’illah.

Kepala SMA 2 Rembang, Sumarno mengatakan, ujian ini tidak mengalami kendala yang berarti. Sebanyak 347 siswa sudah siap secara materi maupun fisik. “Kami optimis, siswa dapat menjawab setiap soal dengan baik, dan akan memperoleh hasil yang terbaik pula,” ujar Sumarno.

Hanya saja, pihaknya berusul kepada panitia penyelenggara untuk memperpanjang waktu persiapan. Menurutnya, waktu persiapan yang diberikan terlalu mendesak untuk penggandaan dan distribusi.

Sementara guru PAI SMA 2, Aminuddin mengatakan, ujian tertulis ini merupakan bagian dari kemampuan siswa dalam memahami ajaran Islam. “Yang terpenting adalah, penerapan siswa terhadap nilai-nilai Islam yang ditunjukkan melalui perilaku sehari-hari,” kata Aminuddin. (ss/bd)