Monitoring Ujian Sekolah mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMKN 1 Klego

Kepala Kantor Monitoring Ujian Sekolah di Klego

Boyolali (Humas) –  Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali H. Hanif Hanani didampingi Pengawas Pendidikan Agama Islam H. Salimin dan Perencana Madya H. Kamid melakukan Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan Ujian Sekolah (US) Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SMKN 1 Klego, Boyolali pada Selasa (05/04/2022).

SMKN 1 Klego yang berjarak  + 43 Km dari kota Boyolali tersebut melaksanakan ujian sekolah secara offline dengan tetap mengacu pada protokol Kesehatan covid – 19. Jumlah siswa yang mengikuti ujian sekolah tahun ini sebanyak 375 siswa terbagi menjadi 9 kelas dengan jumlah pengawas ujian sebanyak 22 guru.

Saat hadir di SMKN 1 Klego, Boyolali, Kepala Kantor Kemenag Kab. Boyolali beserta tim diterima langsung oleh kepala SMKN 1 Klego Drs. Yono. Kepada kepala SMKN 1, Hanif menyampaikan tujuan kehadirannya di SMKN 1 Klego ini adalah untuk melaksanakan tugas monitoring  dan evaluasi secara langsung pelaksanaan ujian sekolah mapel PAI dan Budi Pekerti. Monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan ujian sekolah, terutama mapel PAI dan Budi Pekerti, bagaimana kelangsungan ujiannya serta bagaimana system penyusunan soal ujiannya, kata Hanif.

“kehadiran saya ke SMKN 1 Klego Bersama tim adalah untuk memantau langsung pelaksanaan ujian sekolah mapel PAI dan budi pekerti, bagaimana kelangsungan ujiannya serta penyusunan soal ujiannya” jelas Hanif

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Klego, Drs. Yono menyambut baik dan menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kantor dan Tim atas kehadirannya di SMKN 1 Klego guna melakukan monitoring dan evaluasi ujian sekolah untuk mapel PAI dan Budi Pekerti.

Lebih lanjut, Yono menyampaikan bahwa mapel PAI dan Budi Pekerti ini merupakan salah satu mapel yang harus diujikan dalam rangka pembentukan karakter siswa agar berakhlaq mulia.

“Mata Pelajaran PAI merupakan salah satu Mapel wajib yang diujikan. Karena Pendidikan Agama merupakan bidang studi yang membentuk karakter siswa untuk berakhlakul karimah,” imbuh Yono.

Dalam pembuatan soal, lanjut Yono, merupakan hasil koordinasi antara guru SMKN 1 Klego dengan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) PAI dan Budi Pekerti Kab. Boyolali.

“Pembuatan soal maupun metode yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi yang ada di sekolah, dibawah koordinasi MGMP Kab. Boyolali. Sebagian sekolah menggunakan sistem paper and pencil, sebagian menggunakan computer based dan beberapa menggunakan Android based.” ujar Yono.

Dalam kesempatan tersebut, Yono sekaligus menyampaikan evaluasinya dalam hal kekurangan guru agama, terutama adalah guru PAI dan Budi Pekerti. Perbandingan antara rombel dan guru PAI di SMKN 1 Klego ini sangat tidak seimbang. Pada kelas XII saja terdapat 12 rombel yang hanya diampu oleh 1 (satu) guru PAI. Oleh karena itu, kepada Kepala Kantor Kemenag Kab. Boyolali, Yono berharap akan ada distribusi guru agama Islam dalam waktu dekat ini.

“kami sangat berharap dalam waktu dekat ini, ada pengiriman Guru PAI ke SMKN 1 Klego, kondisi riilnya antara jumlah rombel/ kelas dengan jumlah guru PAI sangat tidak balance” imbuhnya

Kepada Kepala SMKN 1 Klego, Hanif menyambut baik pelaksanaan ujian sekolah yang berjalan dengan lancar dengan tetap menerapkan protocol Kesehatan covid- 19.

“alhamdulillah, ujian sekolah di SMKN 1 Klego berjalan dengan lancar, terutama pada mapel PAI dan Budi Pekerti. Ini menjadi catatan saya dalam laporan monitoring dan evaluasi hari ini” kata hanif.

Berkaitan dengan kekurangan guru agama terutama guru PAI, Hanif akan mencatat dan menjadi perhatian utama sebagai Kepala Kantor Kemenag Kab. Boyolali. (Zoelva/Jaim/rf)