Ketua Pokjaluh Kemenag Blora Berikan Tips Kepada Siswa Cegah Pernikahan Usia Dini

Blora – Dalam rangka implementasi kurikulum Merdeka SMKN 2 Blora menggelar kegiatan Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Dalam kegiatan ini Ketua Pokjaluh Kemenag Blora, Nunuk Inayatul Ulya berkesempatan menjadi narasumber dengan memberikan materi tentang Pernikahan Dini,Rabu, (14/9).

“Saya berharap dengan adanya kegiatan penyuluhan tentang pernikahan dini ini bisa menjadi bekal ilmu untuk siswa-siswi di SMK. Sehingga diharapkan nanti anak-anak bisa sedini mungkin dapat menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan terjadinya pernikahan dini.” kata Kepala SMKN 2 Blora, Drs Bagong Sri Hardjono, M.Pd

Ia menyambut baik kolaborasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora dengan SMKN 2 Blora dalam bidang penyuluhan pernikahan dini untuk siswanya. 

Ketua Pokjaluh Kemenag Blora yang akrab disapa Nunuk tersebut menyampaikan bahwa remaja harus mempunyai bekal keterampilan untuk mengelola diri agar bisa mengambil keputusan yang tepat dalam menentukan waktu menikah. 

“Permasalahan pernikahan dini merupakan permasalahan yang sangat kompleks yang harus ditangani oleh pemerintah secara serius agar para remaja tidak terlibat pada pernikahan dini mengingat dampak negatif yang ditimbulkannya sangat berat. Dengan adanya kegiatan ini, kami bisa menyapa langsung melakukan dialog bersama para siswa mengupas pernikahan dini sehingga mereka bisa paham dan memiliki bekalnya.” kata Nunuk 

Dalam menyampaikan materi tersebut, Nunuk memberikan tips kepada para siswa untuk membentengi diri dan mencegah pernikahan dini yaitu dengan memperkuat iman dan taqwa.

“cara membentengi diri dengan iman dan taqwa yaitu melaksanakan shalat secara penuh, kita shalat lima waktu jangan terputus..” ucap Nunuk

Dengan melaksanakan shalat lima waktu secara penuh, melakukan kegiatan yang produktif dan menghindari lingkungan pertemanan yang negatif ia berharap siswa dapat terhindar dari pergaulan bebas.

Kemudian penyuluhan diakhiri dengan sesi tanya jawab. Dimana antusias para siswa pada penyuluhan pernikahan usia dini sangat tinggi. Hal ini dibuktikan dengan adanya pertanyaan-pertanyaan yang kritis dari para siswa.

Dengan diberikan penyuluhan terkait pernikahan dini, diharapkan dapat mencegah para siswa untuk melakukan seks bebas dan pernikahan dini. Selain itu, diharapkan dapat memotivasi para siswa untuk meraih mimpi dan menggapai masa depan yang cemerlang.(nn/rf)