Semarang (Humas) – Kabiro SDM Kemenag RI Wawan Djunaedi memberikan pembinaan langsung kepada para ASN yang diwakili oleh Kasubbag dan analis kepegawaian se-Jawa Tengah. Ia menekankan bahwa menjadi ASN bukan sekadar bekerja, tetapi juga memahami nilai-nilai dan aturan yang mendasarinya.
“Orang yang jadi pegawai itu harus tahu apa fikihnya. Kalau tidak paham fikih kepegawaian, bisa berpotensi terganggu kesehatan mental dan spiritualnya,” ujar Wawan di hadapan peserta.

Lebih lanjut, Wawan menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan teknologi (high tech) dan sentuhan kemanusiaan (high touch). Dua hal ini, menurutnya, menjadi kunci ASN unggul di era digital.
“Pegawai kita harus melek teknologi. Di era digital sekarang, high tech itu wajib, tapi jangan lupakan high touch, kemampuan untuk punya rasa kemanusiaan dan empati,” jelasnya.
Hal ini disampaikan pada saat kegiatan “Sinergi Membangun Talenta ASN Unggul dalam Mendorong Inovasi dan Pengembangan Organisasi” pada Kamis (9/10/2025) di Auditorium Majeng. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi jajaran ASN Kemenag untuk memperkuat kompetensi, karakter, dan etos kerja di era birokrasi modern. (hilman najib)









