081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Kembali Ukir Prestasi, Siswi MAN 2 Kudus Raih Juara 3 Vlog Competition pada Islamic Global School Network 2025 di Malaysia

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Kudus (Humas) – Dua siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kudus kembali mengukir prestasi yang membanggakan. Talitha Masyaila dan Ribbiyan Amanda, keduanya berasal dari kelas XII.2, berhasil meraih Juara 3 dalam Vlog Competition Islamic Global School Network (IGSN) 2025 yang berlangsung di Malaysia pada 5–11 Oktober 2025. Kompetisi bergengsi tingkat internasional ini mempertemukan pelajar dari berbagai negara untuk saling berbagi ide, budaya, serta inovasi di bidang pendidikan.

Para peserta tidak hanya diuji kecakapan akademiknya, tetapi juga kreatifitas, kemampuan komunikasi, serta wawasan global. Dalam wawancara bersama tim Humas, Talitha menyampaikan bahwa tema yang mereka usung adalah “Perjalanan dan Pengalaman Belajar di Malaysia melalui Program IGSN”. Tema tersebut lahir dari keinginan untuk berbagi pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan IGSN.

Plt. Kepala Bidang Madrasah Kanwil Kemenag Jateng Wahid Arbani mengapresiasi prestasi membanggakan dari kedua siswi MAN 2 Kudus ini. Ia menekankan bahwa pencapaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa Madrasah mampu bersaing di kancah internasional.

“Prestasi ini juga menjadi kebanggaan bagi MAN 2 Kudus dan Kementerian Agama secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa kreativitas, kemampuan komunikasi global, serta nilai-nilai keislaman dan ke-Indonesiaan yang mereka bawa telah diakui di tingkat dunia. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras, dedikasi, dan inovasi yang mereka tunjukkan dalam memproduksi vlog yang inspiratif,” ucapnya bangga.

Melalui vlog mereka, kedua siswa ini ingin menginspirasi pelajar Indonesia untuk berani menjelajahi dunia, membangun jaringan persahabatan, serta memperluas pengetahuan internasional.

Proses pembuatan vlog tersebut tidaklah mudah. Talitha dan Ribbiyan menuangkan ide mereka mulai dari menyusun konsep, merekam berbagai momen selama kegiatan di Malaysia, hingga proses editing yang harus mereka selesaikan di sela-sela jadwal yang padat. Mereka berupaya semaksimal mungkin agar hasil vlog terlihat menarik dengan menambahkan narasi, musik, serta teks pendukung.
“Kami membuat konsep terlebih dahulu, lalu merekam kegiatan secara langsung. Setelah itu, kami menambahkan musik, narasi, dan teks agar tampil lebih menarik,” jelas Talitha.
Namun perjalanan menuju hasil akhir tidak terlepas dari berbagai kendala. Tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah manajemen waktu, karena padatnya agenda kegiatan di lokasi. Meski begitu, kegigihan mereka membuahkan hasil yang memuaskan.

Talitha juga mengungkapkan bahwa suasana kompetisi di Malaysia berbeda dengan perlombaan sebelumnya. Peserta menunjukkan kreativitas luar biasa, sehingga memberikan atmosfer kompetisi yang profesional namun tetap menyenangkan dan inspiratif. Baginya, pengalaman ini bukan semata-mata tentang penghargaan, tetapi lebih kepada kesempatan berharga berinteraksi dengan pelajar dari berbagai belahan dunia.

“Kami senang bisa berteman dengan banyak peserta dari negara lain dan belajar tentang budaya mereka. Ini pengalaman yang luar biasa,” kata Talitha antusias.(Sua)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print