081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Kolaborasi Jadi Kunci, Kemenag Jatim dan Jateng Perkuat Budaya Perencanaan

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Semarang (Humas) — Tim Perencanaan dan Organisasi Tata Laksana (Ortala) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur bersama Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah mengikuti forum penguatan perencanaan dan tata kelola organisasi di Auditorium Majeng Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Kamis (4/6/2026).

Ketua Tim Perencanaan Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Ahmad Baikuni, menjelaskan bahwa keberhasilan penyusunan perencanaan di Jawa Tengah ditopang oleh kolaborasi yang kuat antara tim perencanaan, data dan informasi, Ortala, serta keuangan. Menurutnya, komunikasi dan koordinasi yang rutin menjadi kunci penyelesaian berbagai persoalan.
“Kami membangun kolaborasi sejak awal. Dengan diskusi selalu ada solusi, sehingga alhamdulillah berbagai pekerjaan menjadi lebih ringan,” ujarnya.

Ketua Tim Perencanaan Kanwil Kemenag Jawa Timur, Muchammad Saiful, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas jajaran perencanaan dan Ortala, khususnya dalam penyusunan Rencana Strategis (Renstra). Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan dan praktik baik yang dibagikan Kanwil Kemenag Jawa Tengah.

Sementara itu, Ketua Tim Ortala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Samsun Ni’am, mengaku ingin mempelajari lebih jauh pola kolaborasi antara Ortala dan Perencanaan di Jawa Tengah, termasuk strategi pengumpulan data serta penyelarasan Perjanjian Kinerja (Perkin) dengan Renstra.

Tim Ortala Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Setyaningrum, menjelaskan bahwa penyusunan Renstra, Perkin, Laporan Kinerja (LKj), dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dilakukan secara kolaboratif. Evaluasi juga dilaksanakan secara berkala setiap triwulan melalui tim review yang melibatkan berbagai bidang.

Pada kesempatan tersebut, Perencana Balai Litbang Agama Semarang, Arif Gunawan Santoso, memberikan arahan sekaligus apresiasi kepada kedua kanwil. Menurutnya, peran kanwil sangat strategis karena harus mengoordinasikan pelaporan dan kinerja dari seluruh bidang hingga tingkat kabupaten/kota.
“Perlu diapresiasi karena yang paling sulit itu berada di tingkat kanwil, yang harus mengonsolidasikan laporan dari seluruh lini,” ungkapnya.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print