Klaten (Humas) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah (Kanwil Kemenag Jateng) melalui Tim Kerja Kerukunan Umat Beragama turut ambil bagian dalam kemeriahan Festival Budaya Candi Kembar ke-7 yang digelar di kawasan Candi Sewu dan Candi Plaosan, Desa Bugisan, Prambanan, Klaten, Sabtu (23/5/2026)
Istimewanya, gelaran budaya tahun ini sekaligus menjadi momentum Pra-Pekan Kerukunan Internasional.
Festival yang berlangsung khidmat sekaligus meriah ini menjadi simbol kuatnya toleransi dan kerukunan umat beragama di Jawa Tengah. Kehadiran jajaran Kanwil Kemenag Jateng menegaskan komitmen instansi tersebut dalam mengawal moderasi beragama melalui pendekatan budaya.
Simbol Kerukunan di Kompleks Candi Kembar Kawasan Candi Plaosan dan Candi Sewu dipilih bukan tanpa alasan. Kedua situs bersejarah ini merupakan representasi nyata dari keharmonisan masa lalu yang masih relevan hingga kini. Candi Plaosan (Candi Kembar) sendiri merupakan bukti cinta dan toleransi antara Raja Pikatan yang beragama Hindu dan Pramodawardhani yang beragama Buddha.
”Kehadiran kami di sini bukan sekadar menghadiri festival budaya, melainkan ikut serta merawat warisan luhur bangsa tentang indahnya hidup berdampingan. Festival ini adalah panggung nyata di mana agama dan budaya saling menguatkan,” ujar Ketua Tim KUB, Zaimatul Chasanah.

Rangkaian Acara dan Pesan Moderasi Beragama Festival Budaya Candi Kembar ke-7 ini menyuguhkan berbagai prosesi adat dan pergelaran seni tradisional. Sebagai bagian dari Pra-Pekan Kerukunan Internasional, acara ini juga dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, tokoh lintas iman, serta perwakilan dari berbagai daerah.
Keterlibatan Kanwil Kemenag Jateng dalam acara ini membawa misi penting, di antaranya:
1. Penguatan Moderasi Beragama: Menjadikan ruang budaya sebagai sarana dialog inklusif antar-umat beragama.
- Berbasis Religi-Budaya: Mendorong kawasan Prambanan, khususnya Bugisan, sebagai destinasi wisata yang sarat akan nilai-nilai perdamaian.
- Kerukunan Internasional: Menyiapkan gaung kerukunan dari Jawa Tengah untuk dibawa ke kancah global.
Melalui festival ini, Kanwil Kemenag Jateng berharap pesan damai dan esensi kerukunan dari Klaten dapat menginspirasi masyarakat luas, bahkan hingga tingkat internasional.
Dengan suksesnya penyelenggaraan Pra-Pekan Kerukunan Internasional ini, Jawa Tengah kembali membuktikan diri sebagai salah satu provinsi yang paling siap dalam merawat kebinakaan dan menjadi laboratorium kerukunan umat beragama di Indonesia.










