081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Perkuat Sanad dan Tajwid, MGMP PAI SMP Jawa Tengah Gandeng Qiroati dalam Placement Test Pembelajaran Al-Qur’an

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Semarang (Humas) — Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan pendidikan terus diperkuat. Sebanyak 100 guru yang tergabung dalam MGMP PAI SMP se-Jawa Tengah mengikuti Sosialisasi dan Replacement Tes Metode Baca Al-Qur’an bersama Lembaga Qiroati Pusat, Senin (10/8/2026), di Aula Majeng Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 15.00 WIB tersebut menjadi ruang penguatan kompetensi guru PAI, khususnya dalam memahami metodologi pembelajaran membaca Al-Qur’an yang menekankan ketepatan, keteraturan, dan kemampuan membaca secara tartil. Kegiatan diawali dengan sambutan Katim SMP Bidang PAI Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Moch. Moeizzoeddin, kemudian dilanjutkan laporan sekaligus pembukaan oleh Ketua MGMP PAI SMP Provinsi Jawa Tengah, Syaekudin. Selanjutnya, sosialisasi dipandu oleh Siti Aisyah Dahlan bersama Tim Qiroati Pusat dari Kota Semarang. Para peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai sejarah, prinsip, keunggulan, dan sistem pembelajaran Qiroati, tetapi juga mengikuti tes kemampuan membaca Al-Qur’an. Bukan Sekadar Bisa Membaca Dalam pemaparannya, Qiroati diperkenalkan sebagai metode praktis pembelajaran membaca Al-Qur’an yang dirintis oleh KH. Dachlan Salim Zarkasyi sejak 1963. Metode ini menempatkan kemampuan membaca secara tartil sebagai tujuan utama. Menariknya, pembelajaran tajwid dalam metode Qiroati tidak berhenti pada penguasaan teori. Prinsip tajwid langsung diterapkan dalam praktik membaca Al-Qur’an. Karena itu, kualitas pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh bahan ajar, tetapi juga oleh kompetensi guru dan konsistensi penerapan metodologi. Qiroati juga memiliki sejumlah standar khusus, antara lain guru harus memiliki syahadah, adanya MMQ sebagai sarana menjaga kualitas dan standar pembelajaran, serta pengelolaan pembelajaran yang memperhatikan kompetensi guru, metodologi, jumlah peserta didik, waktu pembelajaran, hingga dukungan anggaran. Kemampuan Peserta Dipetakan melalui Placement Test Bagian penting lainnya adalah pelaksanaan placement test. Tes ini digunakan untuk memetakan kemampuan dan menentukan tingkat atau jilid peserta didik berdasarkan jenis kesalahan dalam membaca Al-Qur’an. Aspek yang diperhatikan mencakup kesalahan huruf dan harakat, mad, makhraj, dengung, qalqalah, waqaf, kelancaran membaca, gharib, hingga penguasaan teori tajwid. Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran diharapkan tidak sekadar mengejar kemampuan membaca, tetapi memastikan proses pembelajaran berlangsung dengan standar yang terjaga dan kualitas yang berkelanjutan. Guru PAI sebagai Penguat Literasi Al-Qur’an Kegiatan ini menegaskan pentingnya posisi guru PAI dalam menghadirkan pembelajaran Al-Qur’an yang berkualitas di sekolah. Kompetensi guru, kedisiplinan menerapkan metodologi, serta konsistensi terhadap standar pembelajaran menjadi bagian penting dalam keberhasilan metode Qiroati. Katim SMP Bidang PAI Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Moch. Moeizzoeddin, berharap kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi guru PAI, sekolah, dan peserta didik. Dari guru yang kompeten, lahir pembelajaran Al-Qur’an yang berkualitas. Dari pembelajaran yang berkualitas, tumbuh generasi yang semakin dekat dengan Al-Qur’an.(Andi)
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print