Pati (Humas) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pati guna memperkuat gerakan ekonomi syariah di lingkungan ASN. Dalam agenda pembinaan yang digelar di Aula Kantor Kemenag Pati pada Kamis (12/3/2026), fokus utama diarahkan pada akselerasi program investasi Wakaf Uang.
Acara ini dihadiri oleh jajaran strategis, mulai dari pejabat struktural, Kepala Madrasah Negeri beserta KTU, Kepala KUA, hingga para Penyuluh Agama se-Kabupaten Pati.
Saiful Mujab menegaskan bahwa wakaf bukan sekadar instrumen ibadah, melainkan gerakan sosial yang efeknya akan kembali kepada kesejahteraan umat. Ia mendorong agar seluruh ASN Kemenag menjadikan wakaf uang sebagai budaya kebaikan yang melekat dalam keseharian.
“Esensinya adalah kita membiasakan diri untuk menebar kebaikan. Wakaf uang merupakan salah satu instrumen paling konkret untuk menghadirkan manfaat yang luas bagi masyarakat,” tutur Saiful Mujab di hadapan para peserta.
Tak hanya soal wakaf, Saiful Mujab juga menyoroti agenda nasional yang sudah di depan mata. Mengingat arus mudik Lebaran yang kian dekat, ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk menyukseskan gerakan “Masjid Ramah Pemudik”.
“Pastikan masjid-masjid kita di jalur mudik menjadi tempat singgah yang nyaman dan inklusif bagi para pemudik,” tambahnya.


Dalam kesempatan tersebut, ia juga menginformasikan terkait kalender keagamaan. Rencananya, Sidang Isbat penetapan awal Syawal akan digelar pada 19 Maret mendatang. Kakanwil berpesan agar seluruh unsur Kemenag tetap siaga dalam mengawal kerukunan umat beragama di tengah masyarakat selama momentum hari besar tersebut.
Secara khusus, Kakanwil memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi lokal Kemenag Pati, yakni Gerakan Investasi Wakaf Uang (GIWANG). Inovasi ini dianggap sebagai terobosan positif dalam mengedukasi masyarakat sekaligus meningkatkan partisipasi berwakaf secara sistematis.
“Terima kasih untuk GIWANG Kabupaten Pati. Mari kita terus mengedukasi keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar agar wakaf uang ini menjadi gerakan kebaikan yang semakin luas manfaatnya,” pesannya.
Diharapkan, melalui pembinaan intensif ini, gerakan wakaf uang di Kabupaten Pati tidak hanya menjadi program administratif, tetapi menjadi kekuatan sosial keagamaan yang berdampak nyata bagi kemandirian ekonomi umat.(S)









