Pati (Humas) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab didampingi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pati Ahmad Syaiku melihat dari dekat peran serta tokoh agama dalam menciptakan suasana kondusif menjelang musim mudik Lebaran 2026. Melakukan kunjungan silaturahmi ke Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Pati Timur, Kamis (12/3/2026).
Kunjungan ini menjadi istimewa karena GITJ Pati Timur menyatakan kesiapannya untuk bertransformasi menjadi “Gereja Ramah Pemudik”, sebuah inisiatif kemanusiaan yang menunjukkan kuatnya kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Pati.
Kakanwil Kemenag Jateng memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif pengurus gereja yang membuka pintu bagi para pemudik, tanpa memandang latar belakang agama.
“Saya sangat tersentuh dan bangga melihat kesiapan GITJ Pati Timur. Ini adalah wujud nyata moderasi beragama yang melampaui sekat-sekat perbedaan. Saat gereja menyiapkan tempat istirahat bagi pemudik, di situlah wajah asli Indonesia yang penuh kasih dan gotong royong terlihat,” ujar Kakanwil di sela-sela peninjauan fasilitas gereja.
Ia menambahkan bahwa peran rumah ibadah sebagai rest area alternatif sangat membantu pemerintah dalam mengurai kepadatan di titik-titik utama, sekaligus memberikan rasa aman bagi warga yang sedang menempuh perjalanan jauh.


“Saya terus mendorong agar rumah ibadah tidak hanya menjadi tempat ritual, tetapi juga pusat kemanusiaan. Apa yang dilakukan GITJ Pati Timur hari ini adalah teladan bagi wilayah lain,” pungkas Kakanwil.
Pihak GITJ Pati Timur melalui pengurusnya menjelaskan bahwa gereja telah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung bagi para pemudik yang melintas di jalur Pati. Selain tersedia area istirahat yang nyaman, ruang terbuka dan aula yang bisa digunakan untuk melepas lelah. Sarana kebersihan dan penyediaan logistik ringan menjadi fasilitas bagi pemudik yang membutuhkan.
Kepala Kankemenag Kabupaten Pati menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan hasil koordinasi yang baik melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
Kunjungan diakhiri dengan dialog hangat bersama pendeta dan jemaat setempat. Momentum ini diharapkan semakin memperkokoh predikat Jawa Tengah sebagai laboratorium kerukunan umat beragama di Indonesia, terutama dalam menyambut hari besar keagamaan dan arus mudik nasional.(S)









