Gandeng DP3AP2KB Kemenag Kembangkan Sekolah Ramah Anak

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Batang-Untuk mencegah terjadinya kasus bullying, perundungan dan kekerasan seksual pada anak  yang belakangan ini marak terjadi di lembaga pendidikan,Kemenag Kab.Batang bersinergi dengan DP3AP2KB Kab.Batang menggelar Sosialisasi Sekolah Ramah Anak pada RA, MI, MTs dan MA selama 3 hari di RM Tirto Asri yang dimulai hari Senin (29/05) sampai Rabu (31/05). Hadir dalam kegiatan itu Kakankemenag, Kasi Penmad, Kabid P3A dan peserta yang terdiri dari 126 Kepala RA, 125 Kepala MI dan 50 Kepala MTs/MA.

Dalam sambutannya Kasi Penmad H. Munif menyampaikan bahwa kegiatan ini digelar karena banyak terjadinya kasus bullying, perundungan dan kekerasan seksual pada anak di lembaga-lembaga pendidikan baik formal maupun non formal sehingga perlu adanya pencegahan dimulai dari sekolah. “Mengapa ada sosialisasi sekolah ramah anak? Tidak lain karena di akhir-akhir ini sering banyak kasus yang ada di sekolah atau madrasah yaitu bullying terutama di media sosial sehingga semua orang menjadi tahu, kalau terjadi di lingkungan sendiri hanya terbatas orang yang tahu, kemudian yang kedua adalah perundungan dan yang ketiga adalah kekerasan seksual, sehingga kita harus menyeleggarakan pendidikan yang betul-betul ramah anak.” Kata H. Munif

Sementara ituKakankemenag H. Akhmad Farkhan menekankan kepada pendidik untuk memiliki rasa bahagia ketika dalam pembelajaran dan jangan mengandalkan ilmu pengetahuan karena ilmu pengetahuan guru bisa kalah dengan internet. Tetapi guru harus menciptakan suasana bahagia pada saat melaksanakan pembelajaran sehingga energi kebahagiaan akan memperlancar kinerja otak. Guru yang bahagia mampu memotivasi dirinya sendiri dan anak didik dalam belajar dan berkarya serta akan mudah menyerap ilmu pengetahuan dan pengalaman baru dari setiap tugas yang dikerjakan.

“Pastikan peserta didik merasakan bahagia dalam kegiatan pembelajaran, tentu saja dimulai dari guru itu sendiri. Guru jangan mengandalkan ilmu pengetahuan karena ilmu pengetahuan guru akan kalah dengan internet. Ciptakan suasana bahagia dalam pembelajaran. Guru yang bahagia akan mendatangkan energi kebahagiaan dalam kelas sehingga memperlancar kinerja otak dan mampu memotivasi dirinya sendiri dan peserta didik dalam belajar dan berkarya. Dengan begitu peserta didik akan mudah menyerap ilmu pengetahuan dan pengalaman baru dari setiap tugas yang dikerjakan. Selain itu tanamkan rasa syukur kepada Allah SWT bahwa kita masih bisa diberi kesempatan untuk menuntut ilmu dengan baik,” Kata H.Akhmad Farkhan.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada DP3AP2KB dr. Utariyah Budiastuti menjelaskan tentang hak anak yang meliputi 4 macam, yaitu hak kelangsungan hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan dan hak  berpartisipasi.

“Ada 4 kategori hak anak yaitu 1. Hak kelangsungan hidup untuk melestarikan, mempertahankan serta memperoleh, perawatan sebaik-baiknya, 2. Hak perlindungan agar terhindar dari diskriminasi, eksploitasi, kekerasan dan keterlantaran, 3. Hak tumbuh kembang, yaitu memperoleh pendidikan dan standart hidup yang layak bagi perkembangan fisik, mental, spiritual, moral dan sosial anak dan 4. Hak berpartisipasi yaitu hak menyatakan pendapat dalam segala hal yang mempengaruhi anak,” Jelas Utariyah Budiastuti.

Dia juga menambahkan bahwa pergaulan dan lingkungan sangat mempengaruhi mental dan fisik pada anak. “Pergaulan yang salah menyebabkan anak rusak mental dan fisiknya. Sebagai contoh bullying, narkoba dan merokok. Dalam pergaulan awalnya mencoba-coba dulu misalnya dengan merokok kemudian menginjak narkoba dan akhirnya sampai pada fase ketagihan akhirnya disuruh membayar, akhirnya rusaklah mental dan fisik anak. Selain itu beberapa kasus ada anak yang sudah melakukan hubungan layaknya suami istri karena pengaruh pergaulan dan dari gadget tanpa pengawasan orang tua. Idealnya kita mengawasi anak dalam sehari itu selama 3 jam, akan tetapi orang tua sibuk dengan urusan pekerjaan atau yang lainnya sehingga harus ada komunikasi antar orang tua dan anak,” Kata Utariyah.

Selain itu Kasi Pendidikan Madrasah H.Munif juga menjelaskan perihal macam-macam bullying yang meliputi bullying verbal, bulyying seksual dan bullying media sosial. Bullying tersebut bisa terjadi di lingkungan tempat tinggal anak dan sekolah. Sehingga tugas orang tua dan guru sangatlah berperan dalam tumbuh kembang anak baik secara fisik maupun mental. Korban bullying menyebabkan stress, depresi dan mempengaruhi kesehatan bagi anak.

“Semua orang butuh dihargai, begitu juga dengan anak. Anak yang memiliki rasa percaya rendah atau minder  tentu saja akan mempengaruhi dalam pergaulan dengan teman-temannya. Tugas guru adalah menyemangati anak-anak tersebut agar kepercayaan dirinya tumbuh. Ini bisa dilakukan pada saat jam pelajaran, jam istirahat atau saat kegiatan di luar sekolah misalnya kemah, outbond, pramuka dan lain-lain. Korban bullying menyebabkan stress, depresi dan mempengaruhi kesehatan bagi anak. Anak banyak melamun, kadang bisa teriak histeris,” kata H.Munif.

Untuk mencegah terjadinya bullying diharapkan sekolah segera melakukan tindakan tegas. “Apa yang dilakukan pihak sekolah untuk mengatasi banyaknya bullying? Yang pertama menerbitkan SOP komunikasi berwawasan karakter, kedua inovasikan zero bullying atau stop bullying dan ketiga yaitu kenali sejak dini ragam peserta didik misalnya dengan kegiatan matsama atau masa taaruf madrasah serta bangun pemahaman dan pengetahuan anak sesuai usia,” tandas H. Munif

“Bagi anak yang melakukan bullying sebaiknya dipanggil oleh pihak sekolah dan koordinasikan secara kekeluargaan dengan orang tua. Untuk si korban ada mekanisme aduan untuk mengadu dengan menghubungi nomor aduan yang bisa dihubungi. Untuk  pendidik atau guru dalam menangani kasus bullying dengan cara  mengubah paradigma mengajar menjadi membimbing. Jadilah orang tua dan sahabat bagi anak, dan memberikan keteladanan dalam keseharian di sekolah sehingga proses pembelajaran ramah anak bisa tercapai,” pungkasnya. (Dy_humas/Zy_humas/rf)