081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Bimtek Terakhir SiRukun Digelar, Diikuti 725 Peserta Karesidenan Pekalongan dan Karesidenan Surakarta

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Semarang (Humas) – Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI menggelar bimbingan teknis (Bimtek) terakhir bagi Karesidenan Pekalongan dan Karesidenan Surakarta secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (27/3/2026). Kegiatan ini diikuti sebanyak 725 peserta yang terdiri dari inputer dan verifikator data kerukunan.

Plt. Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Hartanto, menegaskan pentingnya pembentukan tim pengendali kerukunan di tengah dinamika sosial saat ini. Menurutnya, kehadiran aplikasi SiRukun menjadi instrumen strategis dalam mendukung deteksi dini potensi konflik.

“Kita sekarang memerlukan tim pengendali kerukunan. Kita sudah punya SiRukun sebagai alat bantu yang sangat penting,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kemenag RI, M. Adib Abdusshomad, mengaku bersyukur dan bangga karena Jawa Tengah menjadi daerah percontohan dalam implementasi aplikasi SiRukun. Ia menyebut aplikasi berbasis Early Warning System (EWS) ini sangat efektif untuk upaya pencegahan dini gangguan kerukunan.

“Jateng menjadi model nasional dalam penggunaan SiRukun. Ini sangat membantu dalam mendeteksi sejak dini potensi konflik,” katanya.

Adib menekankan bahwa bimtek ini memiliki arti penting karena menjadi sesi terakhir dalam rangkaian pelatihan. Ia pun mendorong seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan secara serius dan mengoptimalkan peran sebagai tim pengendali di daerah masing-masing.

“Sekecil apa pun potensi gangguan harus dilaporkan melalui aplikasi ini. Ini penting untuk menjaga stabilitas dan kerukunan di masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa aplikasi EWS SiRukun menjadi salah satu program unggulan Kementerian Agama yang mendapat perhatian khusus dari Menteri Agama. Bahkan, aplikasi ini direncanakan akan didemonstrasikan di Austria sebagai contoh praktik baik Indonesia dalam menjaga kerukunan umat beragama.

“Ini menjadi kebanggaan kita bersama. Indonesia diharapkan bisa menjadi inspirasi dunia dalam merawat kerukunan,” pungkasnya. (Hilman Najib)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print