081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Dorong Transformasi Pasraman di Karanganyar, Pembimas Hindu Jateng Tekankan Inovasi dan Kemandirian Finansial

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Karanganyar (Humas) – Dalam upaya memperkuat fondasi kerukunan umat sekaligus memodernisasi pendidikan keagamaan, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Eko Pujianto, menyoroti pentingnya kemandirian institusi. Hal ini disampaikannya pada kegiatan “Penguatan Nilai Toleransi dan Kerukunan Melalui Dialog Keagamaan dan Transformasi Sekolah Minggu menjadi Pasraman Non-Formal Tahun 2026” yang digelar di Aula Resto Soewatu, Kemuning, Karanganyar, Selasa (19/5/2026).

Di hadapan para tokoh umat dan pimpinan lembaga, Eko Pujianto menekankan bahwa tantangan lembaga keagamaan saat ini tidak lagi sekadar pada pelaksanaan program, melainkan pada keberlanjutan dan kemandirian organisasi.

“Agar organisasi atau lembaga yang kita pimpin dan kelola ini tetap eksis, profesional, serta terus mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, maka kita harus berani berinovasi. Inovasi ini sangat krusial, utamanya dalam mencari solusi terkait pendanaan,” tegas Eko Pujianto dalam sambutannya.

Menurutnya, transformasi Sekolah Minggu menjadi Pasraman Non-Formal bukan hanya sekadar perubahan nomenklatur atau sistem pendidikan, tetapi juga harus diikuti dengan tata kelola manajerial yang baik. Dengan tercapainya kemandirian finansial, lembaga-lembaga keagamaan dan pendidikan Hindu akan memiliki keleluasaan lebih dalam mengeksekusi program-program pembinaan umat tanpa harus selalu bergantung pada pihak luar.

Kegiatan strategis ini diinisiasi oleh Kelompok Kerja Penyuluh Agama Hindu (Pokjaluh) Kabupaten Karanganyar. Acara tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan penting, di antaranya Kasubag TU Kankemenag Kabupaten Karanganyar, Ketua Peradah Provinsi Jawa Tengah, para Tokoh Umat, Penyuluh Agama Hindu, Guru Agama Hindu, hingga Guru Widyalaya.

Lebih lanjut, Eko Pujianto memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran penyuluh di Kabupaten Karanganyar yang telah memprakarsai kegiatan tersebut.

“Terima kasih kepada para penyuluh yang telah menginisiasi kegiatan ini hingga berjalan dengan sangat lancar. Ini adalah bukti nyata terwujudnya sinergi yang baik antar seluruh lembaga di Kabupaten Karanganyar,” pungkasnya.

Langkah transformasi menuju Pasraman Non-Formal ini diharapkan tidak hanya meningkatkan mutu pendidikan agama Hindu di Karanganyar, tetapi juga menjadi ujung tombak dalam merawat nilai-nilai toleransi dan kerukunan di tengah masyarakat majemuk.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print