Wonosobo (Humas) — Lereng Jalisu (Jalur Lingkar Sumbing) di Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, tampak lebih hidup pada Rabu (20/5/2026). Di tengah udara pegunungan yang sejuk, ratusan bibit pohon ditanam bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap alam sekaligus ikhtiar menjaga masa depan lingkungan di kawasan wisata lereng Sumbing tersebut.
Kegiatan penghijauan ini melibatkan siswa-siswi MAN 1 Wonosobo yang berpartisipasi aktif bersama Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kecamatan Kalikajar, relawan “TanpaNama”, relawan Masyarakat Ficus Indonesia Reg. Wonosobo, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Bibit tanaman yang ditanam merupakan dukungan penuh dari MAN 1 Wonosobo dengan support dari Yayasan Djuwita Pertiwi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kalikajar, Danramil Kalikajar, Kapolsek Kalikajar, Kepala CDK Provinsi Jawa Tengah, Kepala MAN 1 Wonosobo, Muspika Kecamatan Kalikajar, hingga para relawan dan pegiat lingkungan.
Camat Kalikajar, Hermawan Animoro, dalam apel pembukaan menyampaikan harapannya agar gerakan penghijauan seperti ini dapat terus dilakukan secara rutin, baik secara komunal, melalui komunitas, maupun secara mandiri. Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya tentang hari ini, tetapi juga tentang keberlangsungan kehidupan masyarakat di masa mendatang.
“Lingkungan ini adalah tempat kita bergantung. Tanpa lingkungan yang baik, kehidupan tidak akan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon secara massal di kawasan Jalisu. Satu per satu bibit ditanam di sepanjang jalur lereng Sumbing, menjadi simbol kolaborasi sekaligus komitmen bersama untuk menjaga Jalisu tetap hijau di tengah berkembangnya kawasan tersebut sebagai ikon wisata baru di Wonosobo.
Melalui kegiatan ini, penghijauan tak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga pesan sederhana bahwa alam yang lestari akan selalu menjadi penopang kehidupan dan penggerak ekonomi masyarakat sekitar jika dirawat bersama.(ps/s)










