Semarang (Humas) – Sebuah karya penuh makna dari Penghulu Jawa Tengah kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional pada Lomba Bimas Islam In Frame Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Ditjen Bimas Islam Kemenag RI.
Apresiasi setinggi-tingginya disampaikan Kakanwil Kemenag Jateng Saiful Mujab kepada kedua pemenang dari kategori Penyuluh Agama Islam yang telah menghadirkan karya terbaik, inspiratif, dan penuh makna hingga mampu menghasilkan prestasi juara.
”Selamat dan saya mengapresiasi atas karya inspiratif yang mengangkat makna pelayanan keagamaan di Jawa Tengah ke panggung nasional. Dengan menebarkan nilai-nilai kebaikan melalui visual yang berdampak, semoga in menjadi motivasi untuk menghadirkan dakwah yang inklusif dan membumi,” tuturnya.
Lomba Foto Aktivitas Penghulu atau Penyuluh Agama dengan menampilkan momen khidmat, perjuangan, serta interaksi humanis mereka di tengah masyarakat beralangsung sejak bulan Januari 2026.
Foto karya AH Syukron Yuwafi, S.Ag. berhasil meraih Juara 1 Lomba Bimas Islam In Frame Tingkat Nasional Kategori Penghulu dan Penyuluh Agama. Dalam bidikan tersebut, tampak sosok penghulu M. Rikza Muqtada, S.H. yang dengan penuh tanggung jawab melaksanakan taukil wali di rumah sakit demi menjaga keabsahan akad nikah.
Momen sederhana namun sarat nilai ini merekam lebih dari sekadar proses administrasi. Di ruang perawatan yang hening, seorang ayah yang tengah sakit tetap menunaikan amanahnya dengan menyerahkan perwalian kepada penghulu, agar pernikahan putrinya tetap sah sesuai syariat dan ketentuan negara.


Kemudian foto karya Agus Salam Arif Zaini, S.Pd.I berhasil meraih Juara 2 Lomba Bimas Islam In Frame Tingkat Nasional Kategori Penghulu dan Penyuluh Agama. Dalam bidikan tersebut, tampak sosok Imam Khambali yang dengan sabar dan humanis mendampingi anak-anak punk dalam pembinaan dan bimbingan keagamaan.
Momen sederhana ini menjadi sangat bermakna karena menggambarkan dakwah yang merangkul, menghadirkan dialog, dan menebarkan nilai Islam yang penuh kasih kepada semua kalangan tanpa kecuali.
Foto-foto ini menggambarkan wajah pelayanan KUA yang humanis dan responsif. Ketika negara hadir bukan hanya untuk mencatat peristiwa, tetapi memastikan hak masyarakat terpenuhi dan nilai-nilai agama tetap terjaga, bahkan di tengah keterbatasan.
Prestasi ini bukan semata tentang teknik fotografi, melainkan tentang pesan kuat di balik gambar: bahwa penghulu hadir sebagai penjaga amanah, pelayan umat, dan representasi negara dalam menghadirkan kepastian hukum yang berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.









