
Semarang (Humas) – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat ekosistem kerukunan umat beragama melalui transformasi digital. Kali ini, fokus penguatan menyasar wilayah Karesidenan Pati melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggunaan Aplikasi EWS Si-Rukun (Sistem Deteksi Dini Indonesia Rukun) yang digelar secara daring via Zoom pada Senin (9/3/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis Kementerian Agama RI yang menunjuk tiga provinsi sebagai pilot project nasional, yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Jawa Tengah dipilih karena dinilai telah memiliki ekosistem kerukunan yang mapan dan siap untuk ditingkatkan ke level digital.
Mewakili Kakanwil Kemenag Jateng, Plt. Kabag TU Hartanto, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan pusat menjadikan Jawa Tengah sebagai pionir aplikasi Si-Rukun. Ia menegaskan bahwa Jawa Tengah selama ini telah memiliki tim pengendali isu yang responsif.

“Terima kasih sudah mempercayakan Jawa Tengah sebagai percontohan. Selama ini, Jateng sudah menjadi potret kerukunan tingkat nasional. Dengan Si-Rukun, kita akan bekerja lebih cepat. Ketika ada riak-riak kecil, sudah bisa terbaca dan teratasi sebelum menjadi gelombang besar,” ujar Hartanto.
Ia juga menekankan bahwa kebijakan yang tepat hanya bisa lahir dari data yang akurat. “Si-Rukun adalah sumber data utama dalam merumuskan langkah harmonisasi. Khusus peserta di Karesidenan Pati, Pak Kakanwil berpesan ikuti Bimtek ini dengan serius. Karakteristik sosial di Pati sangat dinamis, kemahiran Anda mengoperasikan aplikasi ini akan sangat menentukan stabilitas kerukunan di wilayah masing-masing,” tambahnya.
Mendeteksi “Gunung Es” Konflik
Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kemenag RI, M. Adib Abdushomad, yang membuka kegiatan secara resmi, mengingatkan pentingnya kepekaan dalam melapor. Ia mengibaratkan potensi konflik seperti fenomena gunung es (iceberg), di mana banyak persoalan yang tidak terlihat di permukaan.

“Jangan ragu untuk mendeteksi persoalan di lingkungan masing-masing. Data ini sangat krusial di tengah dinamika konflik global saat ini. Harapannya, yang dilaporkan adalah potensinya, bukan menunggu setelah kejadian konflik,” tegas M. Adib.
Menurutnya, esensi dari pencegahan dini adalah mengamati dan melaporkan secara real-time sehingga aplikasi Si-Rukun menjadi kaya akan data valid yang sudah diverifikasi oleh pimpinan. Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kakanwil Kemenag Jateng beserta tim atas peran signifikan mereka dalam mendorong suksesnya program ini.
Melalui Bimtek ini, diharapkan seluruh operator dan pejabat terkait di Eks Karesidenan Pati mampu mengoptimalkan aplikasi Si-Rukun sebagai “senjata” utama dalam menjaga harmoni dan kedamaian di tengah masyarakat.








