081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Gaungkan “Ekoteologi”, Pembimas Hindu Jateng Apresiasi Harmoni Upacara Melasti di Klaten

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Klaten (Humas) – Ribuan umat Hindu dari seluruh penjuru Kabupaten Klaten memadati kawasan Umbul Geneng, Kecamatan Kebonarum, pada Minggu (8/3/2026). Kehadiran mereka bertujuan untuk melaksanakan Upacara Melasti sebagai rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Upacara dihadiri oleh Bupati Klaten, Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Prov. Jateng, Ketua PHDI Provinsi Jawa Tengah, Penyelenggara Hindu Kankemenag Klaten, Ketua STAHN Jawa Dwipa, serta jajaran Forkopimcam Kebonarum.

Dalam kesempatan tersebut, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Eko Pujianto, menekankan pentingnya sinergi antara manusia, alam, dan pemerintah dalam menjaga kesucian rohani maupun fisik.
Eko Pujianto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Klaten atas dukungan penuhnya terhadap kegiatan keagamaan ini. Ia menggarisbawahi bahwa Melasti bukan sekadar ritual rutin, melainkan implementasi nyata dari program Kementerian Agama.

“Pelaksanaan Melasti ini selain merawat alam secara fisik, juga merawat secara spiritual. Hal ini sangat sejalan dengan program Kementerian Agama yaitu Ekoteologi,” ujarnya.

Menurutnya, konsep Ekoteologi mengajarkan bahwa kesadaran beragama harus berbanding lurus dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Dengan mensucikan diri di sumber mata air (Umbul), umat Hindu diajak untuk kembali menghargai alam sebagai sumber kehidupan.

Senada dengan semangat kebersamaan tersebut, Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, yang hadir langsung di lokasi, menyebut tahun 2026 sebagai tahun yang spesial. Hal ini dikarenakan peringatan Hari Raya Nyepi yang hampir bersamaan dengan perayaan Idul Fitri.

“Semoga ini menjadi pertanda baik agar ke depan Indonesia, khususnya Klaten, semakin tentram, aman, dan sejahtera,” tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh umat untuk mendoakan para korban bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini karena cuaca ekstrim agar diberikan kekuatan dan pemulihan segera.

Upacara yang mengusung tema “Vasudaiva Kutumbakam, Satu Bumi Satu Keluarga” ini berlangsung khidmat. Melasti sendiri merupakan ritual penyucian benda-benda sakral milik pura (Pratima) serta pembersihan diri manusia (Bhuana Alit) dan alam semesta (Bhuana Agung) dari segala kotoran lahir maupun batin. (Edi/HS)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print