Jakarta (Humas) – Komitmen menyukseskan penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah terus diperkuat. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, bersama jajaran pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jawa Tengah dan perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Kementerian Agama RI di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Rombongan diterima langsung oleh Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Kementerian Agama RI, Muchlis Muhammad Hanafi, didampingi Kasubdirektorat Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an dan Hadits (MTQ), Rijal Ahmad Rangkuty. Pertemuan tersebut membahas persiapan pelaksanaan launching logo dan maskot MTQ Nasional XXXI yang akan menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan menuju perhelatan nasional di Kota Semarang.
Dalam kesempatan itu, Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, memaparkan rencana pelaksanaan launching yang akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana mengundang perwakilan dari 38 provinsi, meliputi gubernur, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, serta Ketua LPTQ provinsi.
Selain itu, kegiatan juga akan dihadiri unsur pemerintah daerah dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, termasuk bupati dan wali kota, Ketua LPTQ kabupaten/kota, serta Kepala Kantor Kementerian Agama se-Jawa Tengah.
“Kami memohon arahan dan masukan dari Kementerian Agama RI terkait pihak-pihak yang perlu dilibatkan. Jika ada unsur pemerintah pusat yang perlu dikolaborasikan dalam kegiatan ini, kami sangat terbuka untuk bersinergi demi kesuksesan acara,” ujar Iwanuddin.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Jawa Tengah, Saiful Mujab, berharap peluncuran logo dan maskot MTQ Nasional XXXI dapat dilakukan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia. Menurutnya, momentum tersebut akan menjadi syiar awal sekaligus penanda resmi dimulainya persiapan MTQ Nasional di Jawa Tengah.
“Launching ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi tonggak awal syiar MTQ Nasional XXXI. Kami berharap Bapak Menteri Agama berkenan hadir dan melaunching secara langsung sebagai bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan MTQ Nasional di Jawa Tengah,” ungkap Saiful.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat hingga tingkat kelurahan dan kecamatan di Kota Semarang juga menjadi perhatian penting. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat merasa memiliki dan ikut berpartisipasi dalam menyukseskan ajang MTQ Nasional yang terakhir kali diselenggarakan di Jawa Tengah pada tahun 1979.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Penais Kementerian Agama RI, Muchlis Muhammad Hanafi, menyambut baik berbagai persiapan yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Kementerian Agama dan LPTQ.
Menurutnya, MTQ Nasional XXXI merupakan agenda nasional yang harus disukseskan secara bersama-sama oleh seluruh elemen, baik pemerintah pusat maupun daerah.
“MTQ Nasional di Semarang adalah agenda besar bangsa. Sudah seharusnya kita sukseskan bersama. Apa pun tantangan dan kendala yang dihadapi, kita harus bekerja sama agar penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI berjalan sukses,” tegas Muchlis.
Terkait kehadiran Menteri Agama pada acara launching logo dan maskot, Muchlis menyampaikan bahwa pihaknya akan mengoordinasikan agenda tersebut dan menjadwalkannya pada 25 Juni 2026. Adapun kepastian waktu pelaksanaan akan diinformasikan lebih lanjut setelah penyesuaian jadwal Menteri Agama.
Audiensi tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan pelaksanaan launching logo dan maskot berjalan lancar sekaligus menjadi awal yang kuat menuju sukses penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah. (Hilman Najib)










