081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Ambruk! Kanwil Kemenag Jateng Salurkan Dana Stimulan Rehabilitasi Ruang Kelas MI An Nur Pedurungan Semarang

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Semarang (Humas) – Insiden ambruknya fasilitas pendidikan kembali terjadi di wilayah Kota Semarang. Akibat kondisi material bangunan yang sudah tua dan melapuk, ruang kelas di Madrasah Ibtidaiyah (MI) An Nur yang berlokasi di Jl. Sunan Kalijaga No 5 RT 2 RW 1, Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, dilaporkan roboh pada Selasa sore (16/6/2026) sekitar pukul 15.50 WIB.

Berdasarkan kronologi kejadian, struktur penopang bangunan lama madrasah tersebut mengalami pelapukan parah pada bagian kayu penyangga. Karena usia konstruksi yang sudah tua, rangka atap tidak lagi mampu menahan beban struktural hingga akhirnya runtuh dan merusak area ruang kelas. Beruntung, karena peristiwa terjadi pada sore hari di saat aktivitas belajar mengajar reguler telah selesai, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.

Merespons musibah tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Amin Handoyo langsung turun ke lokasi kejadian untuk melakukan peninjauan skala kerusakan. Diterima Kepala MI An Nur Fatimah Almahmudah didampingi Pengawas Madrasah, kehadiran Kabid Amin Handoyo sekaligus menyalurkan bantuan stimulan guna memfasilitasi ruang kelas sementara, agar proses belajar mengajar bagi 286 siswa tidak terganggu.

Saat meninjau langsung kondisi material bangunan yang runtuh, Kabid Pendidikan Madrasah menegaskan bahwa keselamatan peserta didik dan keberlangsungan proses belajar mengajar adalah prioritas utama.

“Kami menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah yang menimpa MI An Nur Pedurungan ini. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian kemarin. Kami berharap proses belajar anak-anak tidak terganggu,” ujar Amin Handoyo di lokasi kejadian, Rabu (17/6/2026).

Ia juga menambahkan bahwa pihak Kementerian Agama akan membantu rehabilitasi ruang kelas yang rusak.

“Kami hadir langsung hari ini untuk memastikan sendiri, dan kami akan memfasilitasi kebutuhan ruang kelas darurat atau sekat sementara agar proses pembelajaran 286 siswa di sini tetap berjalan lancar. Kami berharap pihak madrasah dan komite bisa saling bergotong-royong agar rehabilitasi fisik gedung lama ini bisa segera selesai,” pungkasnya.

Hingga saat ini, pihak madrasah bersama 18 tenaga pendidik (guru) dan dibantu warga sekitar tengah melakukan pembersihan puing-puing bangunan lama yang ambruk agar area sekitar kembali aman untuk digunakan. (s)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print