081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Kaligrafer Muda Asal Pati Kembali Harumkan Nama Indonesia di Panggung Dunia

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Pati (Humas) – Kaligrafer muda berbakat asal Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Huda Purnawadi, kembali mengukir prestasi gemilang di panggung internasional. Dalam ajang bergengsi Prince Mohammed bin Salman Center for Arabic Calligraphy Initiative Competition 2025 yang digelar di Riyadh, Arab Saudi, Huda berhasil menyabet Juara 1 kategori Diwani Jali pada Selasa, (7/10/2025).

Prestasi ini menjadi torehan luar biasa kedua yang ditorehkan Huda di level dunia. Sebelumnya, ia juga meraih Juara 1 kategori Sulus Jali dalam kompetisi serupa yang diadakan di Doha, Qatar. Dua kategori berbeda, dua medan yang sama-sama menantang, namun keduanya berhasil ditaklukkan oleh tangan dan hati yang sama: tangan seorang seniman sejati, dan hati yang penuh tawakal.

“Alhamdulillah, هذا من فضل ربي** (ini semata-mata karunia dari Tuhanku),” ucap Huda penuh syukur usai diumumkan sebagai pemenang.

Kompetisi di Riyadh ini bukanlah ajang biasa. Selama tiga hari berturut-turut, para peserta ditantang menulis tiga karya kaligrafi berbeda dengan ayat yang ditentukan langsung oleh panitia. Tanpa latihan sebelumnya, tanpa akses ke ponsel, dan tanpa mengetahui siapa juri yang menilai, para kaligrafer diuji ketajaman teknik dan kedalaman ilmu mereka secara murni. Setiap karya dikerjakan dalam waktu lima jam per hari, langsung di tempat, dengan semua proses direkam untuk menjamin transparansi.

“Sekilas memang sama-sama spontan seperti di Indonesia, tapi sistemnya sangat berbeda. Di sini, semuanya terukur dari tarkib, tanfiz, kaidah, hingga finishing dan tartis. Menulis di atas muqohhar juga jauh lebih sulit daripada kertas karton,” ujar Huda membandingkan pengalamannya.

Bagi Huda, lomba di Arab Saudi bukan sekadar unjuk estetika, melainkan pertarungan ilmu dan kedisiplinan dalam sistem penulisan Arab klasik.

“Bisa menulis belum tentu bisa tartis. Banyak yang bisa tartis, tapi tulisannya biasa saja. Yang benar-benar sulit adalah mereka yang bisa menulis indah sekaligus tartis sempurna, itulah yang luar biasa,” jelasnya.

Atas prestasi ini, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab memberikan apresiasi penuh kepada Huda. Ia menyebut Huda sebagai inspirasi bagi generasi muda dalam mengembangkan seni Islam yang sarat nilai dan ilmu.

“Kami ucapkan selamat atas prestasi barunya untuk Huda Purnawadi, semoga karirnya semakin sukses dan menginspirasi generasi muda lainnya di Jawa Tengah,” ujar Kakanwil.

Kini, dengan dua gelar juara internasional di tangan; dari Qatar dan Arab Saudi, Huda Purnawadi bukan hanya menjadi kebanggaan Pati dan Jawa Tengah, tetapi juga wajah muda Indonesia yang konsisten mengangkat derajat kaligrafi di mata dunia.

“Yang terpenting bukan sekadar rempet atau rapatnya tulisan, tapi bagaimana karya itu tetap mudah dibaca dan punya ruh,” ucapnya menutup dengan rendah hati. (hilman najib)

Sumber: portalmuria.com

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print