081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Mimbar Agama Hindu: Habis Gelap Terbitlah Terang

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Kartini memperjuangkan terang di tengah kegelapan—“Habis Gelap Terbitlah Terang.” Dalam perspektif Hindu, terang itu adalah Vidya (pengetahuan suci) yang membebaskan manusia dari kebodohan (Avidya). Dalam Bhagavad Gita Bab 4 Sloka 38 disebutkan:

“Na hi jñānena sadṛśaṁ pavitram iha vidyate”

Artinya: Tidak ada sesuatu yang lebih suci daripada pengetahuan di dunia ini.

Ini menunjukkan bahwa perjuangan Kartini membuka akses pendidikan bagi perempuan sejatinya adalah perjuangan dharma—membawa manusia menuju kesadaran yang lebih tinggi.

Hindu mengenal sosok-sosok perempuan agung seperti Dewi Saraswati, (simbol ilmu pengetahuan), Dewi Lakshmi (simbol kemakmuran), dan Dewi Durga (simbol kekuatan). Ini menunjukkan bahwa dalam Hindu, perempuan memiliki dimensi ilahi yang sangat tinggi.

Dalam epos agung Ramayana, terdapat sosok perempuan mulia bernama Sita, istri dari Sri Rama.

Dewi Sita dikenal sebagai perempuan yang lembut, setia, namun juga sangat kuat dalam prinsip dharma. Ketika beliau diculik oleh Rahwana dan dibawa ke Alengka, Sita tidak goyah sedikit pun. Ia tetap teguh menjaga kesucian diri, keyakinan, dan kesetiaannya kepada kebenaran.

Kisah Dewi Sita mengajarkan bahwa:

  • Perempuan memiliki kekuatan luar biasa dalam menjaga nilai kebenaran
  • Keteguhan dalam dharma adalah bentuk keberanian sejati
  • Dalam situasi sulit, kesabaran dan keyakinan adalah kekuatan terbesar

Jika kita refleksikan, semangat Raden Ajeng Kartini juga mencerminkan nilai yang sama. Kartini mungkin tidak menghadapi penculikan seperti Sita, tetapi ia menghadapi “belenggu” sosial pada zamannya. Dengan keteguhan hati dan pemikiran yang maju, ia memperjuangkan kebenaran hak perempuan untuk belajar dan berkembang.

Seperti Sita menjaga dharma dalam kesunyian, Kartini menyalakan cahaya dalam keterbatasan.

Semangat Kartini juga sejalan dengan ajaran Tri Kaya Parisudha yaitu berpikir, berkata, dan berbuat yang baik. Kartini tidak hanya berpikir maju, tetapi juga menyuarakan gagasannya dan mewujudkannya dalam tindakan nyata melalui pendidikan.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print