081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

“Holy Battle” Dimulai! Ratusan Siswa Wonosobo Tunjukkan Hafalan Terbaik pada Uji Kompetensi Keagamaan

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Wonosobo (Humas) – Suasana Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo tampak semarak sekaligus khidmat. Ratusan siswa SD dan MI dari berbagai penjuru Wonosobo hadir mengikuti pembukaan Uji Kompetensi Keagamaan dalam rangka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) MTs/ SMP se-Kabupaten Wonosobo Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi ruang ikhtiar bagi anak-anak untuk menampilkan kemampuan hafalan kitab suci yang selama ini mereka pelajari dengan tekun.

Sebanyak 452 peserta agama Islam mengikuti kategori hafalan Al-Qur’an, sementara peserta agama Kristen berjumlah 21 siswa dan Katolik 15 siswa dengan kategori hafalan Alkitab. Uji kompetensi ini akan berlangsung selama empat hari, mulai 18 hingga 21 Mei 2026. Peserta Islam dijadwalkan mengikuti ujian pada 18–20 Mei, Kristen pada 20 Mei, dan Katolik pada 21 Mei 2026.

Kegiatan tersebut merupakan implementasi Surat Keputusan Bupati Wonosobo Nomor 400.3.1/64/2026 tentang Petunjuk Teknis Sistem Penerimaan Murid Baru Tahun 2026, sekaligus tindak lanjut hasil koordinasi antara Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo bersama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo terkait pelaksanaan Uji Kompetensi Keagamaan SPMB yang sudah berjalan selama 4 tahun ini.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Saiful Mujab menyampaikan apresiasinya karena kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari proses seleksi, tetapi juga upaya menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap kitab suci sejak usia dini.

“Saya sangat mengapresiasi Uji Kompetensi Keagamaan yang diinisiasi oleh Kemenag Wonosobo ini karena memiliki nilai kemanfaatan yang sangat luas dan berlapis,” tuturnya, Kamis (21/5/2026).
Bagi para peserta didik, dokumen kelulusan berupa Sertifikat Kompetensi Keagamaan ini didesain agar memiliki fungsi strategis layaknya sertifikat prestasi akademik maupun non-akademik. Sertifikat ini dapat digunakan sebagai salah satu komponen penunjang atau penambah poin bobot nilai saat mereka akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Di sisi lain, bagi institusi Kementerian Agama, hasil dari uji kompetensi ini akan menjadi database sekaligus tolok ukur objektif. ”Menjadikannya ini sebagai dasar perumusan kebijakan pembinaan keagamaan yang jauh lebih terukur, terarah, dan berbasis kebutuhan riil di lapangan. Ini adalah langkah konkret kita dalam memadukan pemetaan kualitas siswa, sekaligus memberikan apresiasi nyata terhadap capaian kompetensi keagamaan generasi muda,” terang Saiful Mujab

Panitia penyelenggara sekaligus Kasi Pendidikan Agama Islam Kankemenag Kabupaten Wonosobo, Artiyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari proses seleksi, tetapi juga upaya menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap kitab suci sejak usia dini. “Kegiatan ”Uji Kompetensi Keagamaan” ini memberikan ruang apresiasi bagi anak-anak yang memiliki kemampuan di bidang keagamaan sekaligus mendorong semangat mereka untuk terus belajar dan mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo, Imron Awaludin, menyampaikan apresiasi dan doa kepada seluruh peserta. “Selamat kepada anak-anakku yang hari ini mengikuti uji kompetensi. Kalian adalah anak-anak yang beruntung, karena dengan wasilah Al-Qur’an maupun kitab suci agama yang kalian anut, Insyaallah akan membawa keberkahan, tidak hanya di dunia tetapi juga di akhirat. Terima kasih kepada Disdikpora yang selama ini terus bersinergi bersama Kementerian Agama dalam kegiatan ini,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo, Musofa. Ia menilai kegiatan ini menjadi langkah positif dalam membangun generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pondasi spiritual yang kuat. “Kami berharap kegiatan ini mampu memotivasi peserta didik untuk semakin mencintai nilai-nilai keagamaan serta membentuk karakter yang baik sejak dini,” ujarnya.

Melalui lantunan hafalan yang menggema dari bibir-bibir generasi muda, kegiatan ini tidak sekadar menjadi bagian dari seleksi pendidikan, tetapi juga menghadirkan harapan tentang tumbuhnya generasi Wonosobo yang cerdas, berakhlak, dan dekat dengan nilai-nilai ketuhanan.(ps/s)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print