081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

PD Pontren Kemenag Jateng Sosialisasikan Pengisian Blanko Ijazah PDF, Tekankan Ketelitian dan Tanggung Jawab

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Semarang (Humas) — Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD. Pontren) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Rapat Sosialisasi Pengisian Blanko Ijazah Pendidikan Diniyah Formal (PDF) dan Pengambilan Ijazah pada Senin (13/4/2026) di Auditorium Majeng.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Imtihan Wathani tingkat Wustha dan Ulya yang telah digelar pada 12–14 Januari 2026. Katim PD MA, Fajriyatul Muflihah, menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk memastikan teknis pengisian ijazah dilakukan secara benar sesuai ketentuan yang berlaku.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin meminimalisir kesalahan dalam pengisian ijazah, sehingga proses administrasi berjalan tertib dan tidak menimbulkan kendala di kemudian hari,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Moch. Fatkhuronji, menekankan pentingnya tanggung jawab semua pihak dalam pengelolaan ijazah. Ia berpesan agar para santri dapat menjaga amanah keilmuan yang telah diperoleh sesuai jenjang pendidikannya.

“Berikan kesan terbaik kepada para santri, agar mereka dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat maupun perguruan tinggi, tidak sekadar lulus,” pesannya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar pengisian blanko ijazah dilakukan dengan sangat teliti. Kesalahan sekecil apa pun, seperti penulisan nama atau tanggal lahir, harus dihindari karena ijazah merupakan dokumen resmi yang krusial.

“Jangan sampai ada kekeliruan. Lakukan pengecekan berulang, bahkan disarankan untuk menyalin atau membuat draft terlebih dahulu sebelum ditulis pada blanko asli,” tegasnya.

Selain itu, Fatkhuronji juga meminta agar dilakukan penghitungan dan pengurutan nomor seri ijazah secara sistematis, termasuk pendataan jumlah santri yang mengikuti ujian, yang lulus, maupun yang belum lulus. Dokumen tersebut juga diharapkan disalin dan disimpan dengan baik sebagai arsip.

Ia juga mengingatkan agar tidak terjadi praktik penahanan ijazah. Menurutnya, ijazah harus segera diserahkan kepada santri agar dapat dimanfaatkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Jangan sampai ada drama penahanan ijazah. Pastikan ijazah segera diberikan agar bisa dimanfaatkan sebagaimana mestinya,” pungkasnya.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh satuan pendidikan diniyah formal di Jawa Tengah dapat lebih tertib administrasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada santri. (Hilman Najib)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print