081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Rakernas 2025 Resmi Ditutup, Teguhkan Komitmen Persiapan Umat Masa Depan

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Tangerang Selatan (Humas) — Rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama Tahun 2025 resmi ditutup setelah melalui berbagai agenda strategis yang berlangsung intensif dan produktif. Penutupan Rakernas ditandai dengan Sidang Pleno, penandatanganan komitmen hasil Rakernas, laporan penyelenggaraan, serta arahan dan penutupan oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Rabu (17/12/2025).

Sidang Pleno menjadi agenda awal dalam rangkaian penutupan Rakernas. Sidang ini memaparkan dan mengesahkan hasil Sidang Komisi A, B, dan C yang berfokus pada perumusan kebijakan strategis Kementerian Agama dalam rangka mempersiapkan umat menghadapi tantangan masa depan. Rumusan tersebut menjadi pijakan penting dalam penguatan layanan keagamaan, pendidikan keagamaan, serta tata kelola kelembagaan yang berkelanjutan.

Agenda selanjutnya adalah penandatanganan dan pembacaan Berita Acara Komitmen Pelaksanaan Hasil Rakernas Tahun 2025. Dalam komitmen tersebut, Kementerian Agama menegaskan tiga fokus utama, yakni menyusun strategi capaian sasaran kinerja tahun 2026, melaksanakan rencana aksi Asta Program Prioritas Menteri Agama Tahun 2026, serta melaksanakan percepatan program reformasi birokrasi Kementerian Agama Tahun 2025–2026.

Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin, menyampaikan Laporan Penyelenggaraan Rakernas. Dalam laporannya, ia menegaskan bahwa Rakernas 2025 menjadi ruang konsolidasi nasional yang penting untuk menyatukan arah kebijakan, memperkuat sinergi lintas unit, serta memastikan kesiapan pelaksanaan program strategis ke depan.

Arahan sekaligus penutupan Rakernas 2025 disampaikan oleh Wakil Menteri Agama RI, Romo H.R. Muhammad Syafi’i, dengan materi Highlighted Issues Agama dan Keagamaan 2026. Ia mengajak seluruh jajaran untuk bersyukur atas terselenggaranya Rakernas hingga sesi penutupan, sekaligus menegaskan arah fokus Kementerian Agama ke depan.

Wakil Menteri Agama menyampaikan bahwa sejumlah fungsi penting, seperti penyelenggaraan haji, kini telah ditangani oleh instansi khusus. Dengan demikian, Kementerian Agama diharapkan semakin fokus pada pelayanan pendidikan keagamaan dan layanan kehidupan keagamaan umat.

Menurutnya, pendidikan agama merupakan proses pembentukan manusia seutuhnya tanpa memandang agama, yang membutuhkan akal yang tajam, ilmu yang luas, serta spiritualitas yang membumi. Oleh karena itu, pendidikan agama harus hadir secara holistik dan tidak berhenti pada aspek simbolik, melainkan hidup dalam keseharian umat.

“Keberagamaan tidak boleh berhenti pada simbol. Agama harus hadir dalam praktik kehidupan sehari-hari. Kementerian Agama bukan hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi menjadi penentu dan fondasi kualitas umat serta kualitas bangsa,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kontribusi aktif seluruh direktorat jenderal dan unit eselon I, serta penguatan peran Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) sebagai basis pengambilan kebijakan yang akurat dan terintegrasi.

Dengan berakhirnya Rakernas 2025, seluruh jajaran Kementerian Agama diharapkan dapat segera menindaklanjuti hasil rumusan dan komitmen bersama sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kualitas layanan keagamaan dan pendidikan keagamaan menuju Indonesia yang religius, moderat, dan berdaya saing.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print