081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Rakor Validasi Sarpras PHTC 2025, Kakanwil Kemenag Jateng Tekankan Pentingnya Pemetaan Kondisi Madrasah

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Kab. Semarang – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi dan Validasi Data Sarana-Prasarana (Sarpras) Pendukung Program PHTC Revitalisasi Madrasah Tahun 2025 di The Wujil Resort & Conventions Kabupaten Semarang, Senin (24/11/2025). Kegiatan strategis ini secara resmi dibuka oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab.

Dalam sambutannya, Kakanwil menegaskan bahwa rakor ini merupakan bagian penting dari upaya penguatan sarana-prasarana Madrasah Negeri di Jawa Tengah. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap rakor serupa dapat dilakukan secara rutin.

“Ini kegiatan penting karena membahas sarana-prasarana Madrasah Negeri yang dikemas dalam bentuk rakor validasi. Program PHTC membutuhkan dukungan data sarpras yang akurat.
“Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya, semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan,” ungkap Saiful Mujab.

Sementara itu, Ketua Tim Sarpras Bidang Penmad, Munif Ma’nawi, menjelaskan bahwa rakor diikuti oleh Kepala MIN dan operator madrasah se-Jawa Tengah, Kepala MTsN dan Waka Sarpras se-Jawa Tengah, serta perwakilan MAN dari berbagai daerah. Menurutnya, kegiatan ini dirancang untuk memastikan ketepatan dan kesesuaian data sarana prasarana melalui proses validasi mendalam.

Munif menambahkan bahwa validasi mencakup data EMIS secara umum, baik data guru, siswa, dan khususnya sarpras, karena EMIS menjadi sumber data pokok yang diakui oleh berbagai instansi.
“Maksud dan tujuan kegiatan ini salah satunya adalah memvalidasi data sarpras. Data EMIS harus menjadi satu-satunya rujukan yang valid, sehingga akurasi dan keterbaruan datanya sangat penting,” tegasnya.

Kakanwil turut menekankan bahwa melalui rakor ini diharapkan terjadi peningkatan koordinasi antarunit kerja, sekaligus pemetaan awal kondisi sarpras di masing-masing madrasah. Ia menggarisbawahi bahwa situasi sarpras Madrasah Negeri di Jawa Tengah masih sangat variatif.

“Ada madrasah dengan tanah milik pihak lain, bangunannya milik kita. Ada yang sudah lengkap tanah dan bangunannya milik Kementerian Agama. Ada pula kondisi yang sangat memprihatinkan, dan ada yang sudah baik. Semua ini perlu pemetaan yang sistematis agar layanan pendidikan berjalan optimal,” jelasnya.

Dengan adanya kegiatan ini, Kanwil Kemenag Jateng berharap penguatan kualitas sarpras madrasah dapat semakin terarah, terukur, dan mendukung keberhasilan Program PHTC Revitalisasi Madrasah Tahun 2025. (hilman najib)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print