081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Satu Klik Cegah Konflik, 300 Garda Kerukunan Kemenag Jateng Dilatih Gunakan EWS Si Rukun

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Semarang (Humas) – Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Early Warning System (EWS) Si Rukun secara daring melalui Zoom Meeting pada Kamis (26/3/2026). Kegiatan ini diikuti lebih dari 300 peserta yang terdiri dari Plt. Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU), Ketua Tim Kerja Kerukunan Umat Beragama (Katim KUB), jajaran tim kerja, penyuluh agama lintas agama, hingga penghulu dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai aplikasi EWS Si Rukun sekaligus pendampingan teknis penggunaannya, khususnya bagi para operator (inputer) dari kalangan penyuluh agama dan penghulu. Aplikasi tersebut dirancang sebagai instrumen deteksi dini untuk merespons secara cepat berbagai isu maupun potensi konflik terkait kerukunan umat beragama di daerah.

Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah yang ditetapkan sebagai proyek percontohan (pilot project) dalam implementasi EWS Si Rukun. Hal ini menegaskan komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat sistem pencegahan konflik berbasis data dan teknologi yang terintegrasi antara pusat dan daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabag TU Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Hartanto, menegaskan bahwa aplikasi ini menjadi instrumen strategis dalam menjaga harmoni sosial.

“EWS Si Rukun merupakan sistem deteksi dini yang menjadi instrumen penting dalam menjaga kerukunan umat beragama. Melalui sistem ini, potensi konflik sekecil apa pun dapat diidentifikasi sejak awal sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Selain itu, aplikasi ini juga memungkinkan koordinasi antara pusat dan daerah berlangsung secara cepat dalam pemantauan dinamika sosial keagamaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, data yang dihimpun melalui aplikasi tersebut akan menjadi rujukan utama dalam merumuskan kebijakan yang tepat dan responsif.

“Jadikan bimtek ini sebagai momentum untuk meningkatkan kapasitas dan keseriusan dalam penggunaan aplikasi. Ini bukan sekadar sistem, tetapi sarana untuk memuliakan manusia melalui upaya menciptakan perdamaian. Buktikan bahwa ASN Kemenag dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan dan perdamaian,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama RI, Adib Abdushomad, yang secara resmi membuka kegiatan, menekankan pentingnya pengawalan implementasi EWS secara optimal di Jawa Tengah.

“Saya meminta pengawalan yang ketat dari Kabag TU dan Katim KUB agar implementasi EWS Si Rukun di Jawa Tengah dapat berjalan maksimal. Aplikasi ini harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya deteksi dan pencegahan dini konflik keagamaan,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu mengoperasikan aplikasi EWS Si Rukun secara efektif dan konsisten, sehingga tercipta sistem pemantauan yang cepat, akurat, dan terintegrasi dalam menjaga kerukunan umat beragama di Jawa Tengah.

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print