TPQ Bangun Karakter Anak Sejak Dini

Klaten – Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) mempunyai peran yang sangat penting dalam membentuk karakter anak sejak dini, TPQ sangat penting untuk mendidik anak berbuat amanah, bertingkah laku sesuai dengan ajaran agama, dan displin. Banyaknya kasus korupsi mencerminkan krisisnya karakter dan moral bangsa yang tidak amanah.

Demikian di tandaskan Penyuluh Agama Islam (PAI) PNS Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sunarso dalam kegiatan Santri Berkisah yang diadakan oleh BADKO TPQ dengan Penyuluh Agama Islam Non PNS Kec. Klaten Selatan, di Masjid Roudhatul Jannah, Jurugan, Trunuh, Klaten Selatan, yang dihadiri Camat Klaten Selatan, ustadz/ustadzah serta santri TPQ se Kecamatan Klaten Selatan (Senin, 24/4).

Menurut dia, pembangunan karakter harus dimulai sejak dini supaya menjadi benteng atau pondasi bagi anak sehingga anak bisa membedakan mana yang harus diikuti dan mana yang harus dijauhi. Apalagi, di tengah perkembangan teknologi yang semakin canggih, membuat suatu ancaman sendiri bagi generasi anak bangsa.

“Kegiatan ini sangat baik sekali, selain menjalin silaturrahmi antar TPQ di Klaten Selatan dan menyambut bulan Ramadhan yang akan dating bulan Mei yang akan datang, juga saling sharing untuk kemajuan TPQ”, tutur Sunarso.

Lebih lanjut Suanrdo menjelaskan peran Kementerian Agama melalui penyuluh agama Islam, baik yang PNS dan Non PNS yang ada di tiap-tiap Kecamatan, akan selalu memberikan pembinaan pada lembaga pendidikan keagamaan seperti TPQ ini. Pemberdayaan penyuluh yang berjumlah 8 orang dengan spesialisasi bidang Pemberantasan Buta Tulis Al Quran secara kontinyu dan berkesinambungan untuk bersama-sama memajukan TPQ.

Pembentukan karakter akan berhasil manakala dimulai sejak usia anak-anak. Pelajaran agama di sekolah formal dirasa belum cukup memadai baik dari segi jumlah jam pelajaran maupun substansinya. Sehingga anak-anak perlu mengikuti pelajaran agama di TPA/TPQ.

“Diharapkan santri TPQ bisa mencontoh kisah keteladanan yang baik untuk ditiru oleh santri, untuk bisa di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari”, harapnya

Sementara itu ustadz Joko Juke dari Rumah Dongeng Yogyakarta menyampaikan BCM (Bermain, Cerita, Menyanyi) membuat santri bergembira, beliau juga bercerita tentang anak yang suka rajin sholat. Dengan bercerita dan menyanyi, anak-anak akan lebih mudah menerima dan memahami keteladanan.

Anak-anak akan lebih senang belajar sambil bermain dengan mendengarkan santri berkisah, menuju santri hebat sambut ramadhan tahun ini.(nrd_aj/Wul)