081128099990

WA Layanan

081393986612

WA Pengaduan

Ust. Sofyan Hadi Musa Bagikan Trik dan Resep Juara bagi Calon Peserta MTQ Nasional Kafilah Jateng

Picture of Team Humas Jateng

Team Humas Jateng

Semarang (Humas) — Calon peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 dari Kafilah Jawa Tengah mengikuti Training Center (TC) Periode III yang digelar di Hotel Candi Indah Semarang, Senin (18/5/2026). Kegiatan pelatihan dan pembinaan tersebut akan berlangsung hingga 21 Mei 2026.

Training Center ini menjadi bagian dari persiapan Kafilah Jawa Tengah dalam menghadapi MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. Para peserta mendapatkan pembinaan langsung dari sejumlah pelatih dan pembina nasional guna meningkatkan kualitas penampilan, kemampuan teknik, serta mental bertanding.

Salah satu pembina sekaligus pelatih nasional, Ust. Sofyan Hadi Musa, memberikan berbagai trik dan resep kepada para calon peserta agar mampu tampil maksimal di arena musabaqah. Menurutnya, MTQ di Indonesia merupakan ajang yang sangat komprehensif dan detail dalam sistem penilaiannya.

“Musabaqah di Indonesia ini paling komprehensif dan paling detail. Hakimnya saja disumpah. Karena itu ada trik-trik yang harus diperhatikan peserta,” ujar Ust. Sofyan Hadi Musa.

Ia menjelaskan, hal pertama yang harus dimiliki peserta ketika tampil adalah ketenangan dan rasa percaya diri. Menurutnya, peserta yang mampu mengendalikan ketenangan akan lebih mudah mengeluarkan kemampuan terbaiknya saat berada di hadapan dewan hakim.

“Kalau mau tampil harus tenang. Supaya lebih tenang tentu harus percaya diri,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti kelemahan yang kerap terjadi pada peserta cabang tilawah maupun tahfidz. Untuk qori dan qoriah, menurutnya, kesalahan yang sering muncul adalah suara terlalu tinggi di awal penampilan. Sementara pada cabang tahfidz, peserta sering mengalami kehilangan fokus atau “ngeblank”.

“Penyakit qori dan qoriah biasanya suaranya ketinggian di awal. Kalau tahfidz biasanya ngeblank. Syaratnya harus fokus dan terbiasa tampil,” ungkapnya.

Ust. Sofyan juga mengingatkan pentingnya keseriusan peserta selama mengikuti pembinaan maupun ketika tampil di arena lomba. Ia bahkan mengenang pesan gurunya dahulu yang sangat menekankan sikap disiplin dan kesungguhan peserta.

“Dulu saya punya guru, kalau ada yang cengengesan tidak jadi diikutkan. Makanya harus serius, baik dari segi pembinaan maupun saat tampil nanti,” tuturnya.

Menurutnya, terdapat rumus sederhana untuk menjadi juara dalam cabang tilawah maupun tahfidz, yakni meminimalisasi kesalahan dan memastikan tidak ada pengurangan nilai dari dewan hakim.

“Rumus jadi juara itu tidak ada kesalahan dan pastikan hakim tidak mengurangi nilai. Itu berlaku untuk tilawah dan tahfidz,” tegasnya.

Melalui Training Center Periode III ini, Kafilah Jawa Tengah diharapkan semakin siap menghadapi persaingan di MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional. (Hilman Najib)

Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Email
Print