berita Terkini
  • Jumat, 29 April 2016, 14:04 Penyuluh Gunakan Radio sebagai Media Dakwah Kendal - Penyuluh agama merupakan pendidik yang memberikan pencerahan keagamaan pada umat tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Sebagai bentuk pendidikan, prinsip dasar penyuluh agama adalah upaya alih pengetahuan, alih metode dan alih nilai dengan sasaran yang sangat luas. Menyikapi hal tersebut Penyuluh Agama Islam pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kendal mulai melirik media radio sebagai media penyuluhan. Komunikasi yang dilakukan di radio, seperti halnya di media massa lain, merupakan ...
  • Kamis, 28 April 2016, 22:17 Ahmadi : Dibutuhkan Instring dan Inovasi dalam Perencanaan Magelang - Anggaran Kementerian Agama bisa dikatakan sangat fantastis jika dibandingkan dengan kementerian-kementerian lainnya, pada tahun 2016 anggaran Kementerian Agama sebesar Rp. 57,1 triliun, menduduki peringkat kelima dari kementerian/lembaga yang mendapatkan alokasi anggaran terbesar dalam RAPBN 2016 setelah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Rp. 104,1 triliun, Kementerian Pertahanan Rp. 99,5 triliun, Kepolisian RI Rp. 73 triliun dan Kementerian Kesehatan Rp. 63,5 triliun. K...
Link Banner
Renungan
  • Hendaklah kalian bersikap jujur, karena kejujuran itu akan membawa pada kebaikan, sedangkan kebaikan akan membawa kepada surga. Tidaklah seorang bersikap jujur & selalu berbuat jujur hingga ia ditulis di sisi Allah sebagai orang yg jujur. Dan hendaklah kalian menjauhi sikap dusta, karena kedustaan itu akan membawa pada kekejian, sedangkan kekejian akan membawa kepada neraka. Dan tidaklah seorang berbuat dusta & selalu berdusta hingga ia ditulis di sisi Allah sebagai seorang pendusta. (HR. Bukhari)
  • Lukas 19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat. Semestinya pemimpin yang ideal itu adalah: Pemimpin yang sepi ing pamrih rame ing gawe, mangayu-ayu hayuning bhawana (Tanpa pamrih untuk dirinya sendiri, bekerja keras untuk menyempurnakan dunia). Masyarakat anti korupsi semakin menyadari bahwa korupsi pada saat ini sudah mbalung sungsum dan membudaya. Untuk memberantasnya harus dilakukan revolusi mental, dimulai dari diri sendiri, apakah diri kita ini sudah bersih sama sekali dari niat korupsi walau cuma setitik. Kalu niat itu sudah hilang dan diri kita bebas dari niat tersebut maka memberantas korupsi merupakan keniscayaan sehingga pilar Budi Pekerti yang sudah runtuh itu secara perlahan tapi pasti, bisa ditegakkan kembali.
  • -
  • -
  • -
  • Galeri Video
    FAQ
    Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.130890 detik
    Diakses dari alamat : 103.7.12.240
    Jumlah pengunjung: 2966565
    Lihat versi mobile
    Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
    © Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.