berita Terkini
  • Selasa, 24 Mei 2016, 12:56 Utamakan Keutuhan Bangsa Kemenag Sepakati MoU dengan Polda Semarang - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Polisi Daerah Jawa Tengah melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangka menjalin koordinasi dengan tajuk “Pembinaan Umat Beragama dan Penangkalan Paham Radikalisme”. Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Ahmadi dan Kepala Polisi Daerah Condro Kirono bertepatan dengan acara Rapat Kerja Jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah di Hotel M...
  • Selasa, 24 Mei 2016, 10:08 Menag Tanggapi Kebakaran MIM Polokarto Wonogiri - Menyikapi kasus pembakaran MIM Polokarto, Sukoharjo, Senin (23/05), yang mengakibatkan terbakarnya sejumlah buku dan Al Quran, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengimbau agar umat Islam tidak main hakim sendiri. “Bisa saja pelakunya ini karena ketidaktahuan dan belum tentu disengaja.Tapi bisa saja ini upaya menyulut masalah, maka saya minta untuk diklarifikasi dulu kebenarannya, kejadian itu,” ungkap Menag Lukman Hakim saat dijumpai wartawan di Kantor Kankemenag Wonog...
Link Banner
Renungan
  • Hendaklah kalian bersikap jujur, karena kejujuran itu akan membawa pada kebaikan, sedangkan kebaikan akan membawa kepada surga. Tidaklah seorang bersikap jujur & selalu berbuat jujur hingga ia ditulis di sisi Allah sebagai orang yg jujur. Dan hendaklah kalian menjauhi sikap dusta, karena kedustaan itu akan membawa pada kekejian, sedangkan kekejian akan membawa kepada neraka. Dan tidaklah seorang berbuat dusta & selalu berdusta hingga ia ditulis di sisi Allah sebagai seorang pendusta. (HR. Bukhari)
  • Lukas 19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat. Semestinya pemimpin yang ideal itu adalah: Pemimpin yang sepi ing pamrih rame ing gawe, mangayu-ayu hayuning bhawana (Tanpa pamrih untuk dirinya sendiri, bekerja keras untuk menyempurnakan dunia). Masyarakat anti korupsi semakin menyadari bahwa korupsi pada saat ini sudah mbalung sungsum dan membudaya. Untuk memberantasnya harus dilakukan revolusi mental, dimulai dari diri sendiri, apakah diri kita ini sudah bersih sama sekali dari niat korupsi walau cuma setitik. Kalu niat itu sudah hilang dan diri kita bebas dari niat tersebut maka memberantas korupsi merupakan keniscayaan sehingga pilar Budi Pekerti yang sudah runtuh itu secara perlahan tapi pasti, bisa ditegakkan kembali.
  • -
  • -
  • -
  • Galeri Video
    FAQ
    Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 3.616844 detik
    Diakses dari alamat : 103.7.12.240
    Jumlah pengunjung: 3012589
    Lihat versi mobile
    Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
    © Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.