berita Terkini
  • Rabu, 25 Mei 2016, 21:55 Abdul Djamil : Jemaah Butuh Pelayanan, Bimbingan dan Perlindungan Boyolali - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI, Abdul Djamil, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Kepala Pusat Kesehatan Haji, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DI. Yogyakarta, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Semarang, dan Kepala Bidang PHU Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah hadir bersama di Asrama Haji Donohudan Boyolali dalam ...
  • Rabu, 25 Mei 2016, 09:57 Kebiri Bukan Satu-Satunya Pemberatan Hukuman bagi Pelaku Kejahatan Seksual Pantai Liang – Maraknya kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak di bawah memperoleh perhatian khusus bagi pemerintah, Presiden Joko Widodo sendiri menyebutnya kejahatan ini masuk dalam kategori kejahatan luar biasa. Desakan segera diterbitkannya peraturan pengganti undang-undang perlindungan anak mutlak diperlukan dalam rangka menekan angka kekerasan pada anak serta memberi efek jera bagi pelaku kejahatan. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam konferensi pers pembukaan ...
Link Banner
Renungan
  • Hendaklah kalian bersikap jujur, karena kejujuran itu akan membawa pada kebaikan, sedangkan kebaikan akan membawa kepada surga. Tidaklah seorang bersikap jujur & selalu berbuat jujur hingga ia ditulis di sisi Allah sebagai orang yg jujur. Dan hendaklah kalian menjauhi sikap dusta, karena kedustaan itu akan membawa pada kekejian, sedangkan kekejian akan membawa kepada neraka. Dan tidaklah seorang berbuat dusta & selalu berdusta hingga ia ditulis di sisi Allah sebagai seorang pendusta. (HR. Bukhari)
  • Lukas 19:8 Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat. Semestinya pemimpin yang ideal itu adalah: Pemimpin yang sepi ing pamrih rame ing gawe, mangayu-ayu hayuning bhawana (Tanpa pamrih untuk dirinya sendiri, bekerja keras untuk menyempurnakan dunia). Masyarakat anti korupsi semakin menyadari bahwa korupsi pada saat ini sudah mbalung sungsum dan membudaya. Untuk memberantasnya harus dilakukan revolusi mental, dimulai dari diri sendiri, apakah diri kita ini sudah bersih sama sekali dari niat korupsi walau cuma setitik. Kalu niat itu sudah hilang dan diri kita bebas dari niat tersebut maka memberantas korupsi merupakan keniscayaan sehingga pilar Budi Pekerti yang sudah runtuh itu secara perlahan tapi pasti, bisa ditegakkan kembali.
  • -
  • -
  • -
  • Galeri Video
    FAQ
    Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.045397 detik
    Diakses dari alamat : 103.7.12.240
    Jumlah pengunjung: 3015430
    Lihat versi mobile
    Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
    © Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.